Tampilkan postingan dengan label Elang Ayasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elang Ayasa. Tampilkan semua postingan
0 komentar

Jokowi Yang Menginspirasi

Sederhana, itu kesan yang muncul saat pertama kali melihatnya. Pribadinya yang ramah dan sabar serta peduli membuatnya semakin disayangi kawan maupun lawan. Dan pada tahun ini, jokowi maju dalam pemilukada DKI Jakarta, pada putaran satu ia berhasil memperoleh suara unggul sehingga harus berduel lagi dengan Foke gubernur incumben yang mencalonkan lagi. dan Pada hari ini sesuai dengan perhitungan cepat quick count survey jokowi menang lagi dengan point 54,11 %. Selamat buat Mas Jokowi, semga bisa memperbaiki metropolitan yg kejam. Tolong cari pengganti yang tepat untuk mengurus Solo. Jangan sampai Solo amburadul.
READ MORE
0 komentar

PETULA CLARK "This Is My Song" Indonesia Translation


Why is my heart so light? (Kenapa hatiku berseri banget?)
Why are the stars so bright? (Kenapa bintang2 cerah banget?)
Why is the sky so blue (Kenapa langit itu biru banget)
Since the hour I met you? (Sejak aku bertemu kamu?)
Flowers are smiling bright (Bunga2 tersenyum cerah)
Smiling for our delight (Tersenyum untuk kebahagiaan kita)
Smiling so tenderly (Tersenyum dengan sangat tulus)
For all the world, you and me (Untuk seluruh dunia, kamu dan aku)
I know why the world is smiling (Aku tahu kenapa dunia sedang tersenyum)
Smiling so tenderly (Tersenyum sangat tulus)
It hears the same old story (Dunia mendengar cerita lalu yang sama)
Through all eternity (Melewati semua keabadian)
Love, this is my song (Cinta, ini lah laguku)
Here is a song, a serenade to you (Di sini lah sebuah lagu, sebuah serenada untuk mu)
The world cannot be wrong (Dunia tak bisa disalahkan)
If in this world there is you (Jika di dunia ini ada dirimu)
[Chorus:]
I care not what the world may say (Terserah lah dunia ini mau bilang apa)
Without your love there is no day (Tanpa cinta mu hari itu tak ada)
So, love, this is my song (Jadi, cinta, inilah laguku)
Here is a song, a serenade to you (Di sinilah sebuah lagu, sebuah serenada untukmu)
READ MORE
0 komentar

Love Story Terjemahan Jowo

Where do I begin (Gek ko ngendi leh ku meh arep miwiti)
To tell the story of how great a love can be (Anggonku nyritakne tresno kang rakaruan endah iki)
The sweet love story that is older than the sea (Crito tresno kang luweh tuo soko samudro)
The simple truth about the love she brings to me (Crito tresno sadermo leres sakestu kang deweke gowo kanggo aku)
Where do I start (Ko ndi anggone leh ku meh miwiti)

With her first hello (Karo sapaan Hallo deweke sing kaping kepisan)
She gave new meaning to this empty world of mine (Deweke ngekeki arti anyar marang uripku kang mampring iki)
There'd never be another love, another time (Ra bakalan ono trisno kang liyo, wektu kang liyo)
She came into my life and made the living fine (Deweke mlebu nang sak jerone uripku lan ndadekake uripku tentrem)
She fills my heart (Deweke ngebeki atiku)

She fills my heart with very special things (Deweke ngebeki atiku karo kaendahan kang ra wajar)
With angels songs , with wild imaginings (Kalian lagune widodari, kalian klangenan kang baget kendele)
She fills my soul with so much love (Deweke ngebeki jiwo iki kalian tresno kang akeh banget)
That anywhere I go I'm never lonely (Kang nang ndi wae aku lungo, aku ora bakal dewekan)
With her around, who could be lonely (Kanti deweke kang ngglibet, sopo sing bakal ngrasa dewekan)
I reach for her hand-its always there (Aku nggrayaki tangane deweke kang tansah ono)

How long does it last (Gek sepiro suwine iki bakal rampung)
Can love be measured by the hours in a day (Opo bisa tresno iki diukur nganggo wektu sedino)
I have no answers now but this much I can say (Aku gak iso jawabi sak ikimu, nanging akeh kang arep tak ocapke)
I know Ill need her till the stars all burn away (Aku ngerti aku bakal mbutuhke deweke sampek lintang2 sakjeroning langit kobong dadi awu)
And shell be there (Lan deweke bakal nang kene)

How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know Ill need her till the stars all burn away
And shell be there
READ MORE
0 komentar

Surat Untuk Ibu Pertiwi

Assalamu'alaikum. Wr. Wb

Bunda, di hari ulang tahunmu ke-67 ini, ananda ucapkan selamat ulang tahun. Semoga dalam usia yang sudah tak lagi muda ini. Bunda semakin tegar mengahadapi kenakalan putra putrimu yang belum bisa berbakti. Tapi tahun ini anada lihat banyak juga kok putra putri bunda yang sangat bakti dan berhasil menorehkan prestasi untuk mengharumkan namamu. Beberapa nama putra putrimu yang telah menorehkan tinta emas itu diantaranya adalah:
1. Mahfud MD ketua MK beliau negarawan yang lurus bunda
2. Anies Baswedan direktur Indonesia Mengajar ini benar2 luar biasa bunda, selain pandai beliau juga sederhana.
3. Dahlan Iskan Mentri BUMN ini benar2 tawadhu' dan apa adanya, beliau jujur dan peduli meski dianggap kontroversi.
4. Cak Nun beliau seorang ulama yang rohmatan lil'alamin dalam dakwahnya.
5. Abah Syarif Hidayatullah, waliAllah yang peduli umat insya Allah.
6. Yusuf Mansur beliau mengajarkan putra putrimu cinta sedekah, mengahafal Qur'an dan berwirausaha.
7. Wali Band, Iwan Fals, Ebied G Ade, Melly Goeslow, Kang Abik, Helfy Tiana Rossa, Dewe Dee Lestari, Dedi Mizwar, mereka semua seniman, budayawan dan negarawan yang sangat nasionalis bunda.
8. Pak Amienudien, Imam masjid Darussalam dan penceramah selepas tarawih telah mengajarkan putra putrimu beribadah dengan baik bunda.
9. Dosen-dosen Sastra yang idealis yang terus memotivasiku mendalami ilmu, birokrasi itu jangan pernah jadi penghalang untuk meraih cita-citamu. Belajar tidak hanya di kampus. Begitu nasehat mereka bunda.
10. Para tetanggaku yang rajin membuat bata, bertani, berkebun, berdagang dan berwirausaha. Mereka semua orang yang rajin bunda.
11. Anak-anak yatim piatu yang terus berdoa untuk keberkahan agama dan umat juga kesejahteraan bangsa bunda. mereka doanya insya Allah terkabul.
12. Mungkin karena minim pengetahuanku bunda, putramu ini hanya tau satu pemimpin yang luar biasa sederhana dan tanggungjawab. Jokowi beliaulah pemimpin yang inspiratif itu. Semoga senantiasa dilindungin-nya dalam segala urusannya. amin.
13. Teman-teman penulis dan budayawan muda yang peduli dengan kemajuan bangsa. Mereka masih tetap semangat untuk terus berkarya.
14. Wajah-wajah lucu bayi yang baru lahir dan anak2 yang mampu memotivasi orang tua untuk bangkit dan semangat bekerja. Mereka semua hebat.
15. Tanah, air, angin, angin, udara dan seluruh alam semesta mereka sangat peduli dengan Indonesia bunda. Baik dalam bentuk peringatan maupun kemelimpahan. Dan masih banyak yang lain bunda yang tak bisa aku sebut satu persatu.

Oia, Bunda aku ingin mengeluarkan uneg2 unegku yang terdalam, aku ingin bertanya padamu bunda karena aku tak tahu harus bertanya ke siapa? Kenapa ya Presiden SBY kok suka menimbulkan hal-hal yang meresahkanku. Partainya bermasalah, kader2nya menjadi sorotan, e malah dibela dengan ungkapanya yang saru.
"Sebenarnya masih banyak partai lain yang lebih korup dari partai kita."
sungguh mendengar itu aku benar2 kecewa dan sedih bunda. Presiden kok gitu....
Apalagi sekarang rakyat kembali diombang-ambingkan dengan kasus Century yang menyeret namanya lagi. Entahlah bunda. Aku sudah hilang kepercayaan dengan partai. namun, sistem di Indonesia mengahruskan untuk berpartai sebagai warga yang baik. Aku akan terus mencoba selektif bunda. Demi Tanah air tercinta. Aku juga akan terus rajin belajar dan bekerja. Karena aku sadar aku tak akan bisa memperbaiki Bangsa ini. Aku hanya bisa melakukan hal yang terbaik dari apa yang menjadi tugasku. Aku yakin, aku pasti bisa bunda. Innallahama'anna. amin.
Sekian dulu bunda. Sampai jumpa lagi di hari lahirmua yang akan datang. I love you.
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.



Salam Hangat
Ananda

Elang Ayasa
READ MORE
0 komentar

Revisi

Sabtu minggu kemaren bapak memintaku pulang. Beliau menelphonku saat masih di tengah sawah. Panen terakhir karena padi yang ditanam tidak terlalu bagus. Sehingga bapak dan emak memutuskan untuk memanen sendiri. Padahal yang lain sudah dalam proses tanam lagi. Tapi bukan karena itu aku dan adikku diminta pulang. Bapak adalah seorang yang religius, suka sekali menimba ilmu dengan Kyai dan Wali. Syarif Hidayatullah lah ulama yang bapak percaya dan yakini sebagai Wali Allah. Bahkan karena saking sukanya dengan Abah (Panggilan akrab Kyai Syarif Hidayatullah) bapak sedari aku masih kecil rutin mengajakku mengikuti pengajian Jum'at Pahing dan Minggu lagi. Meski harus bersusah payah, apalagi bapak cuma orang sederhana (untuk menghindari mengucap miskin). Dan kebiasaan itu terus berlanjut hingga adik kandungku lulus SMP bapak memondokkan di Pesantren Nurul Huda yang tidak lain dan tidak bukan adalah Pesantren yang dibahurekso oleh Abah Syarif. Sejak itu keluarga kami jadi makin sering dan rutin ke Pesantren. Meski Abah tidak mengenal keluarga kami dengan baik. Kami sadar kami hanya orang biasa. Alhamdulillah adikku dekat dengan istri-istri dan anak-anak Abah serta para guru dan pengurus pesantren. Apalagi adikku adalah juara 1 dari semester I hingga lulus di Aliyah itu. Karena Minggu legi itulah bapak meminta kami pulang. Meminta kami pulang untuk mengaji. Itulah tujuan beliau. Bukan untuk membantu pekerjaannya yang sulit dan berat. Karena di musim kemarau bertepatan dengan bulan ramadhan. Panen padi adalah hal yang luar biasa berat bagi petani. namun, bapak menjalininya dengan senang hati. begitulah bapak, orang yang penyabar dan menerima. Aku dan adikku yang membantu meringankan saja tak sekuat mereka berdua di sawah. Aku sendiri cuma bisa bantu Ngarit padi dan membawanya pulang. Selebihnya dikerjakan oleh bapak dan Ibu. Adikku juga membantu ngarit meski harus dengan duduk jongkok. "Benar-benar merusak keindahan sawah cara dia bekerja." Timpalku dengan gaya kerjanya.
Sekembali dari rumah aku berangkat petang. Tepat sehabis subuh karena surat motorku yang tak lengkap, gara-gara tetangga kampung yang meminjam BPKB motor pada bapak namun membawanya pergi tak jelas kemana. Begitu sampai di kos seperti biasa aku mulai membuka Netbook 'Abdell' tercinta. Tiba-tiba ada sms masuk, Mr. Luthfy dosen pembimbing skripsiku. "Assalamu'alaikum, Sin kw dimana? Sudah ditunggu penguji dr tadi..." Aku terkaget bukan kepalang. Karena Jum'at kemaren aku sudah melihat jadwal dan hari senin tidak ada namaku terpampang di sana. Singgkat cerita aku langsung ke ruang sidang dengan persiapan seadanya. Alhamdulillah semua lancar. Meski banyak revisi dan aku harus menyelesaikannya dalam lima hari. Semoga aku bisa menyelesaikannya dengan cepat dan benar. Aku berdoa untuk semua yang telah berjasa dalam menyelesaikan skripsiku ini. Semoga dibalas oleh Yang mahakuasa dengan lebih baik. Amin.

READ MORE
0 komentar

Sang Pencangkul

Terik dalam benak masih terus saja meradang. Siang tak kunjung pamit pulang. Kau masih saja berteman dengan tanah batu. Tanah batu? iya, sebenarnya hanya tanah hitam biasa hanya saja telah berubah keras karena telah lama tak terguyur hujan. Dahulu, jauh sebelum kau mengenal kata Global Warming kau betah berlama-lama di hutan, sawah dan ladang. Bahkan sudah kau anggap mereka semua sebagai sahabatmu sendiri. Namun, akhir-akhir ini sahabat yang dulu kau bangga-banggakan itu, kini tak ramah lagi, bahkan menjadi buas, bringas dan kejam.
"Apa salahku pada kalian? Kenapa begitu tega kalian membuatku menderita seperti ini." gumammu tak jelas, suaramu parau antara haus dan terhalang tekanan duka yang dalam.
Kenangan indah saat bersama sahabat-sahabatmu dulu kembali membayang. Pagi itu kau naik di atas punggung kerbau, seruling bambu yang kau tiup begitu merdu hingga angin sejuk sepoi-sepoi mengikuti kemanapun langkahmu. Cahaya mentari menyinari penuh kehangatan. Rumput hijau yang subur terhamparan di antara rindang huta.
"Ah, kenapa sekejab saja berubah menjadi panas, gersang, dan mengerikan seperti ini! Hutanku yang dulu sekejab saja disulap menjadi lahan. Sungguh jika aku tahu akan begini jadinya tak kuikuti ajakan para Blandong sialan itu."
Sesal memang adanya di belakang. Setidaknya semua itu bisa mengingatkanmu. Betapa dulu kau juga telah berbuat kejam pada sahabat-sahabat yang telah menjagamu itu. Kini kau menyesal, apa yang hendak kau lakukan setelah pohon-pohon besar yang berusia ribuan tahun itu kau tebang? Sesal sudah tiada guna. Kau hanya bisa memejamkan mata. Merenungi, menghayati dan memikirkan pelajaran Alam Sekitar Kita yang dulu pernah kau dapat waktu SD. Reboisasi, sebuah jawaban dari berbagai pertanyaan yang bisa kau jawab dengan benar saat bu guru menanyaimu itu tiba-tiba terus saja terngiang-ngiang.
***
Ada angin sedang asyik berdansa meliuk dan berputar dengan lincah dihadapanmu, membawa udara kering sebagai selendangnya, bergaunkan debu, bermahkotakan daun kering dan kertas beraneka warna menghias serta plastik dari tempat pembuangan sampah semakin indah kala menyapu berpendar mentari yang ganas membakar permukaan bumi. Sudah yang kali kelima ini kau jumpai tanmanmu itu kering. Tak kuasa menahan terik yang teramat. Kau hanya bisa menangis dan tak tahu lagi harus menanam dengan cara apa lagi di cuaca yang terik dan ganas seperti itu.
"Seruling!"
Entah dapat bisikan dari mana setelah sekian lama kau lupakan alat musik itu. Tiba-tiba kau kembali mengingat dan mencarinya. Kau coba mengingat dimana terakhir kali kau letakkan seruling bambu warisan turun temurun kakek buyutmu itu. Juga kerbaumu yang kau jual untuk membayar denda agar kau terbebas dari hukuman kurungan karena tertangkap nyolong kayu. Kerbau yang amat kau sayangi itu dengan terpaksa kau jual. Dengan berat hati kau abaikan weling kakek buyutmu sebelum meninggal.
"Berjanjilah ngger! Tak akan kau jual kerbau warisan turun temurun keluarga kita itu."
"Innjih Kek. Aku Janji!"
Namun, dengan terpaksa kau ingkari. Hingga sudah hampir sepuluh tahunan ini, kau tak berani untuk sekedar berziarah ke makam para leluhurmu. Meski dalam mimpi mereka selalu menemuimu. Mereka rindu dengan cerita-ceritamu, kisahmu dengan Sekar, Gadis Dayak yang berkulit putih, bermata bening, dan beraromakan nafas yang khas itu. Bukankah kau sangat mencintainya dan begitu pula dengan dirinya? Kenpa kau tidak lagi mau mengunjungi Pusara leluhurmu? Berbagai pertanyaan dalam mimpi hanya kau biarkan menguar dan hilang bersama arama nafamu saat menguap setiap kali bangun tidur itu.
"Nah! Ini ketemu juga kau seruling ku sayang." Kau kecup lembut seruling bambu kuning itu setelah kau bersihkan dengan baju kusutmu.
Kau mainkan seruling itu sepenuh hati. Tak lupa kau iringi dengan syi'ir Sholawat nabi. Angin sepoi-sepoi mendekati. Mendung di langit mulai menggantung. Petir menyambar. Hujan pun turun. Alunan seruling bambu terus mengalun hingga mentari menyapamu dengan senyum hangat sahabat dekat. Kau rentangkan kedua tanganmu seakan hendak memeluk seseorang. Matamu terpejam penuh penghayatan. Dengan tulus kau ucapkan, "Selamat datang kawan."



READ MORE
0 komentar

Sebait Puisi Lebih baik Dari Pada Tidur

Pesan cinta terlantun di antara gema
mereka menabrak tembok dan kaca
tertangkap selaput jaring selembut sutra
merasuk di relung jiwa

Cinta....
rayuanmu begitu menggoda
hanya yang teristimewakan saja
kelak mampu menatap wajahnya

Oh, cinta....
aku tergoda
dengan sungguh ingin ku gapai
ku raih dirimu
menggema di dada
rinduku tuk berjumpa
sukedar menatap wajahmu
kalahkan inginku bertemu bidadari surga
mbrebes mili mata ini
saat ku sebut namamu
sholawatku untukmu cintaku
ya nabi Allah Muhhamad 'ibni abdillah

Malu rasanya dengan induk ayam dan anak-anaknya. Sepetang ini sudah bertebaran menjemput rizqy Tuhan. Teman-teman begitu pulas tertidur. Sedangkan aku hanya bisa jauh menerawang. Entah kemana khayalanku hendak berkelana. Wajah wanita yang pernah singgah lagi-lagi berkelebatan menggoda. Lagi-lagi aku hanya bisa berdoa untuk kebaikannya. Rasa ingin memilikinya sudah sudah menguar bersama hari yang mulai siang. Burung-burung kecil beterbangan juga mencoba memecahkan puzle rizqy Tuhan. Lagi-lagi aku hanya bisa mengelus dada.
Aku seorang mahasiswa tingkat akhir yang terjebak rasa bimbang oleh cinta, hingga terjerambab dalam duka yang teramat dalam. Alhamdulillah aku bersyukur bisa memetik hikmah. I wasted much time. Pagi tadi aku menyimak lagi kuliah subuh wisata hati Yusuf Mansyur. Jika dia tahun 1999 sadar bahwa dia sudah menyia-nyiakan usianya. Dan aku tahu dia sukses 2012 maka dia butuh waktu 13 belas tahun untuk membalik keadaan. Salah satu bentuk taubatnya adalah mengurangi tidur hingga sekitar lingkaran selaput kulit matanya menghitam. Aku juga pernah menghindari selaput mataku agar tidak hitam dengan tidur 8 jam sehari. Tapi sekarang aku ingin meniru ikhtiar Yusuf Mansur untuk mengurangi tidur. 
Hingga tadi begitu aku selesai sholat sunnah duha, untuk memotivasi diriku aku membuat semboyan agar tidak tidur "Sebait Puisi Lebih Baik Dari Pada Tidur". Ini juga untuk memotivasiku agar bisa mewujudkan salah satu cita-citaku untuk menjadi penulis yang produktf dan aku beriktiar agar tidak terkena dampak Kaburomaktan dalam surah ash-shof. Aku ingin menulis dan mempraktekan dan apa yang aku praktekkan aku tuliskan. Ramadhan adalah bulan pencerahan. Semoga setiap kita bisa menjadi pribadi yang muttaqin. amin.
READ MORE
0 komentar

Kemarau Hati

Ada rombongan embun naik ojek
clingak clinguk mencari jalanan becek
kering kerontang sejauh pandang
terik meradang di atas ranjang

Ada gerombolan debu terpasung rantai baja
terbebas dari jerat 
karat hancurkan baja syari'at
mengepung nafas dunia
antarkan makrifat menembus sekat
luruh dalam persenggamaan maksiat

Bahak tawa menggema dalam dada
ciptakan kemarau panjang lobang mata
hujan bencana kembali menyapa
saat jatah setan diambil manusia

READ MORE
 
;