0 komentar

Penulis Masih Mimpi, Jurnalis Sudah

Dunia kepenulisan memang selalu menarik buatku. Dulu, saat masih aktif di Kampus, aku selalu kagum dengan tulisan-tulisan di koran. Dan sejak itu diam-diam aku juga ingin menjadi penulis, dan wartawan atau jurnalis masuk dalam daftar impian yang harus aku wujudkan. Dan alhamdulillah meski juga masih harus banyak belajar, setidaknya mimpi menjadi jurnalis itu telah tercapai. Hanya saja untuk menjadi penulis fiksi dan memiliki sebuah buku, entah kapan akan terwujud. Sementara, beberapa bulan aku menyendiri belum juga mampu memotivasiku untuk semangat menulis fiksi seprti dulu. Entah, ke mana menguarnya semangat menulisku itu. Padahal, aku memiliki seorang redaktur yang sudah memotivasiku dengan membuktikan bahwa dia mampu membuat buku. Dan dengan sengan hati memberikannya padaku. Aku sangat senang. Dan ingin sekali seperti beliau. Pak Hamdan namanya, ternyata beliau sangat ahli dalam menulis cerita anak.
Dahulu, aku tertarik mengikuti jejak Pak Langit dengan menulis sebuah fiksi sejarah yang mengangkat kisah-kisah kerajaan. Namun, kemampuanku belum cukup untuk menghasilkan tulisan yang bagus dan hasilnya masih amburadul. Alhasil, naskahku sepertinya tak dilirik penerbit. Sejak itu aku mulai malas. Ditambah lagi berbagai macam perlombaan juga belum membuahkan hasil.
Entah, kenapa aku muali rindu semangat itu. Semangat menulis buku. Membuat sebuah novel. Hah, hanya saja aku belum mampu untuk memulai mengawalinya. Rasa malasku semakin hari semakin menguat saja. Aku benar-benar butuh motivasi untuk mengembalikan semangatku itu. Semoga aku bisa, amin.
Mulai malam ini, aku kan mencoba menulis dan menulis. Pak MT salah satu budayawan Solo, sudah banyak memberi masukan padaku.
Untuk semua orang baik itu, aku berkomitmen untuk tidak menyerah. Dan aku akan banyak baca, meneliti, dan menulis. Apapun hasil dan bentuknya. Setidaknya itu lah kemampuanku dan hanya dengan terus melatihnya aku yakin tulisanku akan semakin baik. Bukankah tidak ada kemampuan yang meningkat jika tidak diasah tiap hari. Sebakat apapun seseorang jika tidak pernah melatihnya lama-kelamaan akan tumpul. Seprti pisau dan pedang, akan semakin tajam jika sering diasah dan digunakan.
Tak ada alasan untuk malas lagi. Aku harus bangkit dan mewujudkan mimpiku. Mimpi untuk memiliki buku, mimpi menjadi penulis. Syukur-syukur karyaku bagus dan menginspirasi orang lain. Bisa menjadi amal yang bermanfaat dan menghasilkan pahala yang akan terus mengalir untuk penulisnya. Dan itu lah motivasiku. Terserah, aku tak lagi memiliki motivasi menjadi penulis agar aku bisa menghasilkan uang seperti saat masih menganggur dulu. Kali ini motivasiku adalah untuk mewujudkan mimpi.
Semangat!!!! Menulis dan menulis.
READ MORE
0 komentar

Renungan

Akhir-akhir ini, aku sering sendiri. Benar-benar sendiri. Aku tinggal di tengah perkampungan di daerah Tipes Solo. Namun, layaknya orang perantau yang hidup di kota. Aku tak punya kenalan yang akrab, atau pun tetangga yang bisa aku bermain di sana. Semua terasa tertutup, apalagi aku kos tapi seperti jadi penunggu rumah yang kosong. Rumah yang besar dan luas, sejuk dan banyak tanamannya. Itu yang aku suka. Merawat tanaman menjadi kegiatan yang sangat mengasyikan setelah lelah bekerja. Oya, aku kerja sebagai Jurnalis di sebuah media harian koran lokal Solo. Aku banyak bekerja di kos, dan mengirim berita tulisanku via email. Sehingga praktis waktuku banyak ku habiskan di kos, kos yang sudah seperti rumah sendiri. Andai saja ini milikku sendiri, tentu aku tak segalau ini. haha tapi alhamdulillah aku bersyukur menempati rumah ini. Aku cukup bayar Rp. 150.000 untuk tiap bulannya.
Hal yang menggangguku lagi-lagi adalah sifat normalku yang sudah berumur. Aku benar-benar merasa butuh seorang pendamping yang bisa aku ajak berbagi. Rasanya, dunia tanpa wanita benar-benar sepi. Dan rasa rindu akan hadirnya seorang wanita yang bisa menjadi penentram hatiku ini sekarang ini benar-benar susah diajak kompromi. Rasanya sudah begitu mendesak. Tapi situasi dan kondisi berkata lain. Apa boleh buat. Kembali, aku pasrahkan semua ini kepda Yang Mahaberkehendak.
Semoga, kalian tidak mengalami apa yang aku rasakan ini kawan. Aku sangat berharap, hadirnya pendamping yang bisa menentramkan hatiku. Damai dan ceria. Semoga segera bersama terpublishnya tulisan ini. Hari-hari bahagia yang dinanti setiap insan manusia itu datang menghampiri. Amin.... :)
READ MORE
0 komentar

Sisi Lain Jurnalis

Baru saja menemukan web pribadi Marissa Anita. Salah satu penyiar Metro TV yang aku kagumi. Bukan cuma karena kecantikannya tapi juga karena kecerdasan dan multitalenta yang ia punya. Keren deh pokoknya. Aku tersadar saat membaca tulisan dari buah pikirannya sendiri. Sebagai seorang jurnalis yang harus memperhatikan isue kebangsaan. Hal yang ternyata juga aku rasakan dan mungkin juga semua jurnalis.
Hidup memang pilihan. Menjadi jurnalis juga merupakan pengabdian. Dan idealisme untuk selalu memberikan berita yang mencerdaskan memang harus terus dimiliki.
Di mana pun 'rumah' juranalis kebenaran dan misi pencerdasan jangan sampai ditinggalkan.

SEMOGA INDONESIA JAYA
READ MORE
0 komentar

Ternyata Begini Rasanya Mengatur Duwit -_______-

Bersyukur, memang sudah seharusnya karena biar bagaimanapun juga sudah terlalu banyak nikmat yang kita dapatkan. Rasa syukur manusia erat kaitanya dengan kebahagiaan. Mayoritas yang bisa membuat bahagia adalah rejeki, khusunya berupa materi, langsung saja kita sebut DUWIT alias doku bin money utawa fulussss hahaha... Siapa sih yang nggak suka? Ayo, acungakan jari. Ah, nggak usah malu-malu. Lho, nggak ada ya... Ya udah, berarti deal ya? Semua orang suka duwit. Titik hehe :)
Ini rahasia keuangan pribadi sih sebenarnya. Tapi, nggak apa-apa, aku ceritakan di sini juga nggak berpengaruh dengan jatah rejeki yang memang sudah menjadi jatahku. Jadi, tak ada alasan untuk malu menceritakan ini ku kira. Apalagi jika dengan cerita ini bisa diambil hikmah.
Mengatur keuangan memang tak mudah. bahkan ada sekolah dengan jurusan khusunya untuk belajar mengurus masalah ini. Rata-rata cowok mengalami kesulitan dalam hal ini. Biasanya mereka baru bisa mengerti betapa berharga uang receh ketika sudah berumah tangga. Salah satu Novel yang menceritakan bagaimana susahnya mengelola keuangan bisa teman-teman baca di Novel "Sewindu"-nya Tasaro GK.
Bekerja, adalah salah satu cara mendapatkan penghasilan. Maka, cara ini pun dilakukan. Bekerja dan digaji, atau berusaha mendapat keuntungan bisa untuk ini dan itu.
Waktu itu, aku nekad kuliah setelah lulus SMA (meski itu tak sepenuhnya mauku). Aku sadar orang tuaku seperti apa. Tak mungkin rasanya untuk biaya kuliah. Maka, Bondo Nekad (Bonek) adalah modal utamaku. Waktu itu namanya STAIN sekarang IAIN, sekolah tinggi yang dipilih bapak agar aku bisa belajar dan tidak bekerja dulu. Karena Bapak tahu aku ingin ke Jakarta, sedangkan Bapak berpengalaman pahit sahat merantau di Jakarta. Maknya, dibela-belain aku sekolah di meski tempatnya tak terlalu aku suka. Setidaknya biayanya cukup untuk ukuran kantong keluarga. Bersyuklurnya, aku sering dapat beasiswa, khusunya karena saat menjadi mahasiswa aku aktif di organisasi seperti BEM, Magazine, drama dan organisasi ekstra kampus.
Beasiswa pertama yang ku dapat sebesar Rp. 500.000 yang berjalan sekitar 2 tahun. Lumayan untuk makan dan tambahan bayar kos. Belum lagi kadang dan intesitasnya sangat jarang ketika aku ngelesi dan menerjemahkan. Karena aku ambil Jurusan Sastra Inggris juga aktif organisasi, rasanya udah capek. Tahun demi tahun aku merasa ingin  bekerja. Sebelum wisuda aku ingin bekerja. Setelah hubungi ini dan itu akhirnya aku bisa bekerja. Di sebuah PT yang bergerak dibidang pelatihan motivasi untuk pendidikan. Kau tahu kawan gaji awal yang kudapatkan waktu itu, Rp. 200.000... Wah, yang bener awalnya aku shock! Tapi, akhirnya aku bersyukur karena lumayan untuk tambahan dan sambung hidup. Padahal jika main sama seseorang untuk makan dan ini itu bisa sampai Rp. 100.000.
Ini berjalan selama sekitar 2 tahunan, dan sempat naik gaji sampai Rp. 500.000. Namun, aku harus keluar karena ingin mengerjakan skripsi. Selain emang sudah nggak betah di kantor hehe...
Tahun pertama hanya habis untuk ongkang-ongkang sambil mainan skripsi. Akhirnya September 2012 itu aku wisuda. Biasa aja, rasanya nggak ada yang spesial. Wisuda di semester tua apa enaknya hahaha. Tapi aku senang, setidaknya beban yang selama ini mengganggu tidurku hilang.... Ringan pundakkkuuu, aku dengar mereka berulang kali mengucap makasih. Bisa bayangkan sendiri betapa mengganggunya pundak yang ada di dekat telinga kita berulang kali mengucap makasih hahaha... :D
Setelah lulus, tidak lantas habis perkara kawan... Malah, ini baru awalan cerita. Cie cie sok2an bangettss yah...
Judule Cari Kerja
Masa itu akhirnya aku alami juga. Bingung cari kerja. Ngalamar sana dan sini. Mendapati kerjaan yang ternyata tidak aku suka. Untung baru melamar. Hubungi teman, berkunjung ke sana sini, main disan sini. Akhirnya nihil, kerjaan tak ada. Kerjaan yg disukai lamaran ditolak. Rasanya dunia seperti Nerakaaaaa saat itu. Bayangkan, sarjana yang tidak banyak anak sekolah di desanya nganggur. Semntara, yang lulusan SD, SMP atau SMA sudah bisa mandiri, bahkan menikah menghidupi suami istri. "Sempurna sekali, sempurrrnaaaaaaaa!!!" kataku. Di tambah lagi, uang untuk tempat tinggal dan makan juga kebutuhan yang selama bekerja kadang masih sulit dihentikan. Waktu itu aku sempat bangkit dengan berharap aku bisa menulis buku. Sarjana Sastra yang ingin belajar menulis. Berbulan-bulan waktuku habiskan untuk menulis. Tapi, nihil sampai saat tulisan ini diketik pun tak jua ku miliki buku yang kuimpi-impikan. Tapi alhamdulillahnya, pekerjaan yang aku harapkan dan dulu sempat ditolak itu akhirnya berkat temanku aku bisa masuk dengan menjadi jurnalis berbahasa jawa. Karena ada lowongan, jurnalis yang berbahasa jawa di tarik ke perusahaan lain. Gaji awal separuh UMR yaitu Rp. 450.000 baru selanjutanya sesuai UMR Solo, Rp. 900-an kali ya...
Dengan perjalanan pengalaman gajiku itu, gaji segitu bagiku sudah sangat aku syukuri. Rasa syukurku semakin berlipat-lipat jika ingat sewaktu menganggur dulu. Nikmat yang mana yang kau dustakan?
Dari gaji itu, aku harus pandai mengatur. Untuk bayar kos, makan, bensin, pulsa, de el el. Belum lagi kepingin beli ini dan itu yang semuanya belum kesampaian. Sementara kau tahu keinginanku untuk segera menikah. Ingat usiaku sudah menginjak 27 tahun... :)
Maka, dari itu buat kawan-kawan yang membaca tulisan ini, ambil hikmahnya. Dan doakan agar aku bisa mewujudkan kemandirian finansial, dan menikah dengan istri cantik yang sholehah, serta mendapatkan keluarga sakinah mawadah wa rohmah. Met berbuka bagi yang memburu puasa Syawal... Semoga selamat dunia akhirat, amin.. :)
READ MORE
0 komentar

Cihui! Jiwaku Sembuh

Beberapa hari ini memang ku rasa absurd hari-hariku kawan. Rasa optimis dan positifku entah menguar kemana? Tapi Alhamdulillah sekarang mulai membaik. Kau, tahu? Hikmahnya aku sadar bahwa sakit fisik itu sesungguhnya bukan semata-mata fisiknya yang sakit. Sesungguhnya semua bermula dari jiwa. Jika jiwa dulu yang kita sembuhkan. Ketika fisik kita sakit maka akan lebih cepat sembuhnya. Jiwa itu harus kita perhatikan dan beri kasih sayang. Makanannya apa jangan sampai kita tidak memperhatikannya. Akibatnya bisa fatal, fisik terpengaruh juga lho.
Begitu juga jika kamu pernah sakit hati atau terluka karena cinta kawan. Sembuhkan jiwamu yang terluka itu. Seberapa parah pun lukanya itu. Kamu harus menyembuhkannya lebih dulu, baru kejar lah cintamu. Jangan sampai jiwamu terombang ambing karena luka cinta. Ingat cinta itu menyembuhkan,
Sembuh lah dan temukan cinta sejatimu kawan. Good Luck! -__________-
READ MORE
0 komentar

Horee, Malam Lebaran Bersama Keluarga

Gema takbir tanda kemenangan menggema. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilkham.. Semarak tersengar bocah-bocah di Mushola samping rumah bersahutan. Semoga amalku selama sebulan penuh di Ramadan memang layak untuk aku rayakan. Jujur aku sedih jika aku termasuk yang tidak pantas merayakan kemenangan di hari yang fitri ini.
Kebanyakan temanku lebih senang keluar rumah. Sedang aku merasa nyaman di rumah. Meski sebenarnya aku sangat ingin berkumpul bareng mereka. Indah rasanya bersama keluarga di malam takbiran. Melakukan persiapan untuk besok, ya bersih2, nyetrika de el el. Dan aku asyik sms dan fb-an. Itu jg dalam rangka nyambung silaturahmi karena terbatas jarak dan waktu, ya alhmadullah mash ada lantaran. Meski lagi2 sebenarnya aku sangat ingin bertemu, silaturahmi secara langsung.
Oke buat kawan2, dimana pun kalian berada. Ini memang malam kemenangan. Memang hari yang suci dan fitri. Tapi, tergantung juga diri kita. Jika kita bisa sukses di Ramadan dan mengisi hari-hari ke depan dengan kebaikan. Kita pantas merayakan. Semoga kita termasuk golongan yang pantas, amin.. -________-
Met Hari Raya Idul Fitry 1 syawal 1434 H.
READ MORE
0 komentar

Romantika Lajang -____-

Kawan, lebaran sebentar lagi. Ini sudah tanggal 5 Agustus 2013. Sementara, dari beberapa informasi lebaran jatuh pada tanggal 8 Agustus 2013. Lebaran dan persiapan hari ulang tahun kemerdekaan RI. Semua memang sudah nampak dan terdengar riuhnya. Penjual pernik bendera, kabar mudik yang sangat riuh dan berisik di berbagai media. Sedangkan aku, yang sudah 6 bulan lebih beberapa hari terhitung 14 Juli sesuai kontrak yang belum jelas perpanjangannya. Aku nggak tahu, apa aku akan lanjut profesi ini di JS atau tidak.
Masalah motor memang menjadi permasalahan tersendiri. Yah panjang ceritanya, biarlah itu jadi rahasia keluarga. Yang jelas semua ada hikmahnya. Hanya saja masalah pribadi adalah usiaku yang sudah berumur ini sudah sangat mendambakan pendamping. Tapi, entah setiap mencoba untuk dekat dengan wanita aku selalu kehilangan mood, nggak mantab rasa hati ini. Aku nggak tahu kenapa. Galau lah bahasa anak sekarang.
Lagi - lagi setiap merasa sendiri aku selalu saja berharap ada seorang wanita yang perhatian gitu. Bisa diajak jalan, teman ngobrol dan teman komunikasi. Sekarang aku benar-benar berharap bisa menemukan pendamping. Tentu bisa, tapi entah kapan? Dan aku harap aku bisa yakin dan dia juga. Dia? Siapa? Lha embuh... :D
READ MORE
0 komentar

Pendamping Hidup

Sudah genap sebulan aku lewati usia ke-27 terhitung sejak 25 Juni lalu. Sekarang sudah memasuki bulan Agustus. Sebagai pria lajang dan normal hehe. Tentu aku sangat mendambakan seorang pendamping. Seorang yang tidak brisik dan membuatku damai. Sehingga bisa harmonis, dan damai dalam beribadah. Wanita itu jujur aku lebih tenang jika berjilbab. Soalnya aku pencemburu, dengan jilbab mudah2an bisa meredam segala rasa yang tidak perlu. Kedua dekat tidak jauh tempat tinggalnya dan berilmu. Ketiga, mau denganku dan terima keluargaku. Haha lagi-lagi semua itu cuma harapan. Aku cari yang rumahnya dekat karena aku ingin lebih berbakti pada Ortu. Berilmu agar juga bisa mengingatkanku dan menjadi pendukungku menuju ridho Allah SWT. Syukur-syukur cantik dan dari keluarga sederhana, tidak terlalu. Agar sepadan dengan keluargaku juga kan... hehe.
Untuk usia yang jelas 10 tahun di bawahku itu maksimal. Sepadan boleh, tapi kalau lebih tua kayake aku ogah hehe... biarin.. :P
Yah, sekali lagi itu sekedar uneg-uneg. Yang jelas aku butuh pendamping yang sholihah, cantik, dan berilmu. Itu simplenya. Selanjutnya, ya semoga Allah bisa mengikat hubungan yang akan kita jalin selanjutnya. Semoga... :)
Ya Allah pertemukan aku dengan wanita calon pendampingku, umurku kan sudah hampir 30 tahun. Kalau sampai lewat 30 aku belum nemu wanita yang bisa memantabkan hatiku, aku kasihan dengan keturunanku Ya Allah. Semoga dimudahkan dan dikabulkan doa hambamu ini, amin 3x... Ya Robbal'alamin :)
READ MORE
 
;