0 komentar

Benarkah? Aku Jatuh Cinta

Ini persis seperti biasanya ketika aku suka pada seseorang. Rasanya ingin bertemu dan ketika bertemu antara senang dan malu. entahlah, mungkin sekarang bedanya dalam cara bersikap. Dan kau tahu, dia ini berbeda dan aku kurang mengenalnya. Aku bertemu dia saat mengikuti dalam sebuah kegiatan yang bergerak di bidang pendidikan. Aneh memang, tapi itulah yang terjadi.

Saat ini aku tidak dapat mengungkap siapa dia dan menceritakan dengan gamblang kisahku ini. Biarlah aku jalani dulu. Jika sudah tepat akan aku kenalkan dia pada kalian. Sssssttttttttt... kita berbeda keyakinan... Aku nggak tahu bagaimana akhirnya. Tapi, setelah aku Baca Buku yang dia berikan padaku, judulnya The Power karya Rhonda Byrne aku tidak mau berpandangan pesimis, buruk atau negatif. Aku ingin menjadi positif dan semua kuharapkan berjalan dengan menyenangkan. Dengan kekuatan cinta, syukur, dan ketulusan hati..

Aku harap kalian juga demikian, senantiasa positif dan sepenuh hati berharap untuk kebahagiaan kalian dan orang-orang yang kalian sayangi, baik demikan dulu. Sukses ya.. See you -_______-
READ MORE
0 komentar

Pertaubatanku Untuk Cinta

Sungguh lelah berjalan dalam kehidupan yang begitu buram ujung cerita akhir yang seperti diharapkan itu. Iya jelas semua orang ingin berakhir khusnul khotimah. Sementara kamu tahu, sudah berapa kali aku bertaubat namun masih saja mengulang lagi dan lagi. Apa kamu kira aku ini menginginkan itu. Ah, pasti kamu bilang jelas aku menginginkan itu karena aku mengulangi lagi. Entahlah, sejak itu aku merasa aku ini anak nakal yang sulit menjaga komitmen.

Dan kamu tahu, hari ini aku mengulangi kesalahan itu lagi. Di hari Senin ini, (24/2/14), aku berjanji pada diriku sendiri untuk bangkit dari rasa malas dan segala perbuatan yang melenakan dapat membawa kepada kemaksiatan dan gelimangan dosa. Tidak! Aku tidak mau lagi jatuh dalam lumpur dosa. Lumpur kemalasan yang membuat masa depan suram dan hidup berakhir dengan su'ul khotimah.

Aku harus mulai memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Aku tidak mau lagi menyiakan kesempatan. Aku harus membuat kepatutan hidup. Menunjukkan bahwa aku adalah seorang muslim yang baik. Seorang muslim dengan keimanan yang bisa dijadikan tauladan. Aku ingin mengubur masa lalu yang kelam. Aku ingin bangkit menjadi pribadi yang sholeh dan mensholehkan.

Saksikan keimananku akan menjadi perisai dan pedang untuk bertarung melawan goda dan uji. Kesantunan iman akan memancar dalam akhlaq dan budi pakertiku. Pertaubatanku ini untuk cintaku pada-Mu Ya Allah..... Bismillah, lahaula walaquwataillabillah........ amin.
READ MORE
0 komentar

Berdamai Dengan Kisah

Perjalanan hidup memang tak selalu mulus. Meski lancar berjalan tetap saja ada ganjalan. Seperti yang aku rasakan akhir-akhir ini kawan. Jujur beberapa urusanku alhamdulillah berjalan lancar. tidak ada halangan yang berarti. Hanya saja aku merasa hatiku gelisah dan hampa. Entah, aku sendiri belum menemukan sebab pastinya.

Hal yang membuat aku berfikir keras dari kejadian ini adalah ketika aku merasa malas beribadah. Beberapa kali aku sholat terlambat waktu. Dan aku merasa kurang bisa khusuk dalam sholat. Rasanya benar-benar sedih. Hatiku gelisah. Aku sangat takut jika aku abai padahal sudah terlambat sholat. Ada saja penyebabnya. Kecapekan, ngantuk, ketiduran, atau hanya karena asyik main dan sekedar ngobrol yang nggak jelas manfaatnya. Astaghfirllah.... aku sungguh takut, jika sampai hatiku mengeras dan tidak sadar terhdapa dosa besar yang ku lakukan, atau terlena lantaran menumpuk-numpuk dosa-dosa kecil berterus-terusan.

Beruntung, saat sholat jumat kemarin sang khotib menjelaskan tentang taubatan nasuha. Aku bergetar mendengarnya meski itu aku perhatikan setelah lebih dari separuh khotbahnya aku tinggal tidur. Entah aku sudah seperti terkena sirep setiap kali mendengar khutbah. Ini juga kadang menggangguku, apakah ini cerminan imanku yang tipis. Oh, tidak jika memang benar begitu, aku harus segera bertaubat. Jangan sampai aku menjadi orang yang merugi karena menyia-nyiakan waktu yang baik itu.

Saat membca tulisan teman di Blognya. Dia bercerita tentang obrolan dengan seseorang. Cerita yang renyah dan sederhana, namun penuh makna. Kisah seorang bapak yang mendidik anaknya dengan kesadaran untuk berbuat atas dasar pengetahuan dan memotivasi untuk menjadi seseorang bukan hanya pengikut. Ini membuatku kembali ke masa kecilku dan kemudian aku renungkan pada perjalanan hidupku. Baru setelah aku kuliah dan lulus aku berani untuk menjadi sesuatu. Saat kuliah aku masih dalam tahap pencarian untuk menjadi sesuatu itu. Banyak hal yang terbentur dan membuatku sadar. dan kini aku kembali terhenyak karena saat bekerja aku kembali lebih suka menjadi pengikut. Aku tidak mau terus begini. Meski memang n nyaman. Aku harus melakukan sesuatu.

Menulis cerita, itu lah kesukaanku yang aku rasa hari berganti hari semakinterasa berat untuk aku kerjakan. Aku belajar santai, aku mengira ini karena aku belum menemukan cinta setelah sekian lama berpisah dengan dia. Entah lah, yang jelas aku ingin lebih banyak mendekat pada-Nya. Lebih banyak menulis dan melakukan kegiatan yang produktif. Mungkin hanya dengan kisah dan menuliskannya ini aku bisa kembali damai. Tapi, rasanya ini akan sia-sia jika aku tidak kembali berpikir seperti anak kecil itu. Menjadi sesuatu.

Mungkin begitu. Semoga.
READ MORE
0 komentar

Mahar Cinta Untuk Calon Istriku

Sudah banyak momentum yang terlewatkan dari Tahun 2013 hingga tahun 2014. Maaf Ya lupa ngasih ucapkan selamat. Tapi ada satu yang tak boleh ketinggalan. Ku ucapkan Selamat Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Kanjeng Nabi yang mencintai dan dicintai umatnya. Semoga kita bisa meneladani kebaikannya, sholawat dan salam selalu tercurah limpah ruahkan untuk Baginda Rasulullah, kelurga, sahabat dan orang-orang yang istiqomah dijalan-Nya dan kita termasuk golongan yang mendapat syafaat serta dipertemukan dengan beliau kelak, amin.

Tak terasa ini sudah pertengahan Januari 2014. Tahun Baru masehi, jika mengikuti perhitungan kalender masehi usiaku di bulan Juni nanti sudah 28 tahun, atau 29 tahun entahlah aku lupa hehe.. Usia ideal untuk menikah sebenarnya saat usiaku 25 tahun. Tapi untuk menikah ada beberapa syarat yang harus dipenuhi tidak cuma usia yang menjadi representasi tapi juga ilmu, kedewasaan, kemandirian, dan lain sebagainya. Sehingga hukum menikah sudah menjadi wajib. Dan aku merasa saat ini sudah saatnya, meski penghasilanku kecil tapi setidaknya sudah cukup untuk biaya menikah secara sederhana. Aku juga merasa menikah lebih banyak manfaatnya buatku.

Selain, berdoa dan belajar serta bekerja. Aku ingin mempersiapkan pernikahanku itu dengan menulis sebuah Novel, rencananya Novel itu akan aku kasihkan sebagai Mahar untuk calon istriku, maka aku memberi judul Novel itu Mahar Cinta.

Kenapa Novel? Agar lebih tebal dari Puisi dan Cerpen hehehe. Bukan karena itu, tapi sekalian mewujudkan mimpiku yang kedua setelah menjadi Jurnalis yaitu Penulis. Kebetulan aku lulusan Sastra Inggris cukup mengetahui sedikit hal mengenai seluk beluk penulisan fiksi seperti Novel. Bukan hanya itu, aku merasa menulis fiksi seperti Puisi, Cerpen, dan Novel itu membaut aku senang dan bahagia. Bercerita dan membuat orang yang membaca tulisanku ikut tersenyum atau mengkin terharu karena ceritaku. Apapun hasil tulisanku mau baik bau jelak, bodo amat haha. Yang jelas aku tulis dengan sungguh-sunggu dan tulus ku persembahkan sepenuh hati untuk calon yang belum jelas gerangan siapa orangnya.

Hanya saja aku yakin Allah Sang Mahacinta sudah mempersiapkan calon untukku, yang terbaik bagiku, karena Dia Mahatahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Dari pada keinginanku sendiri yang penuh nafsu dan pandanganku yang terbatas. Doakan ya dalam perjalanan penulisan Novel ini sebelum hari ulang tahunku 25 Juni 2014 nanti, aku sudah dipertemukan dengan jodohku, amin.

Hehe maklum ini Blog tempat aku mencurahkan isi hati dan berkeluh kesah. Udah ya, makasih lho sudah mau tamaniku sampai hari ini. Makasih semoga kita baik-baik selalu dan mendapat yang terbaik untuk hidup ini. Ah, banyak doa yah... iya donk kan cuma doa senjata seorang Muslim.

Bismillah... Lahaulawalakuata illa billah.... Bravo.!!!
READ MORE
0 komentar

Jodoh, Santai Aja Lagi

HAHAHA tertawalah kawan. Tertawakan hidupmu. Juga hal-hal yang berkaitan dengan misteri hidup ini. Iya seperti rejeki, jodoh dan mati itu. Buatku semua ini harus dijalani santai tapi tetap harus iktiar dan doa yang terbaik dan tak putus.
Yu Mari..
Makan dulu laper....

READ MORE
0 komentar

Jenuh Dengan Keterasingan

Rutinatasku sebenarnya tidak monoton, cukup fariative. Setiap harinya selalu berubah. Hanya saja memang itu-itu saja. Dan pada titik tertentu aku merasa bosan. Aku ingin hidup bebas tanpa beban. Seperti Nugie dan karya-karyanya. Begitulah sepertinya rutinitas yang ingin aku jalani sekarang.

Aku ingin keluar dari rutinitas kerjaanku ini. Aku ingin menulis bebas. Menulis semua yang aku suka. Menulis semua yang aku mau. Tanpa harus memikirkan pendangan orang lain. Tanpa harus terpatok pada aturan-aturan yang ribet. Aku hanya ingin menulis, itu saja.

Hanya seja, untuk menulis juga butuh modal ternyata. Menulis yang berarti dan bisa dipahami orang lain. Bukan untukku sendiri. Aku sadar memang hidup sendiri itu tidak mudah. Tapi akan lebih berat jika kemanfaatan kita ini ternyata hanya untuk diri sendiri. Apa artinya kita jika tidak bisa memberi manfaat?

Saat ini, aku merasa berada di tempat asing. Terasing dan sendiri. Memang aku kenal si A dan si B juga si C de es be. Tapi, rasanya aku tidak ada ikatan hati dengan mereka. Bahkan, aku tak tahu dengan pasti sesungguhnya apa aku ini masih bisa jatuh cinta atau tidak. Rasanya seperti ini benar-benar hampa. Hidup tanpa tahu rasa cinta, rasa bahagia dan haru, tiba-tiba saja menguar dengan mudahnya.

Sungguh! Aku jenuh dengan keterasingan ini. Aku ingin bisa berbagi dengan sesorang yang mengerti tulis menulis, suka baca puisi, cerpen, dan novel. Aku ingin berbincang dengannya, sambil rebahan di pangkuannya.

Mengingatkan aku dengan dia, di pinggiran Masjid tengah sawah itu. Saat hujan lebat-lebatnya. Aku berbaring dipangkuannya. Saat mataku terpejam kurasakan bibir lelbutnya mengecup keningku mesra, tulus, dan sepenuh jiwa. Sungguh menggetarkan.
READ MORE
0 komentar

Cinta, Harus Gimana Aku?

Bingung, sungguh membingungkan menguak misteri cinta yang akan aku jadikan tambatan hatiku. Sungguh aku hanya ingin satu. Satu cinta untuk selamanya. Itu saja kok. Aku sudah lelah menemukan sosok yang cocok untuk diriku. Aku tak bermaksud menyakiti atau apa namanya. Aku hanya ingin berikhtiar. Mencari pasangan hidup yang sesuai dan tepat itu saja.

Saat ini mungkin masalah materi masih menjadi masalah yang belum bisa aku penuhi. Aku akui itu. Masih banyak kebutuhan pribadi yang harus aku prioritaskan. Setidaknya satu tahun ini. Aku harus benar-benar menabung.
Aku ingin gaji 2 bulan ini sama sekali tidak keluar dari rekeningku. Uang di dompet semoga cukup untuk bulan ini. amin...
Sehingga, jika sudah saatnya aku menjatuhkan pilihan pada seorang yang akan temani aku di dunia dan semoga bisa berlanjut hingga akhirat nanti aku benar-benar siap.

Jarak
Masalah jarak ternyata menjadi masalah tersendiri buatku. Rasanya jarak yang jauh tidak sesuai dengan kondisiku dan tentu pertimbangan keluarga. Tentu akan lebih merepotkan jika calonku itu berasal dari daerah yang jauh. Buat, wanita yang pernah menghiasi hidupku yang berasal dari jauh. Maaf jika aku tidak memberi kejelasan dalam hubungan kita kedepannya. Sekali lagi masalahnya bukan apa-apa. Mungkin aku cocok, tapi jarak membuatku urung dan ragu. Semoga kamu yang membaca tulisan ini bisa mengerti. Aku berharap kamu segera menemukan jodoh yang terbaik dan tepat buatmu. Semoga kamu baik-baik saja dan selalu dalam lindungan-Nya. amin.

Kecocokan
Dalam berkomunikasi dan berinteraksi aku mencoba memahami. Memahami untuk memantapkan hati. Aku ingin kita sama-sama menjaga dan membahagiakan. Bukan sebaliknya. Tentu kamu juga sepakat dengan itu. Aku rasa sejauh tidak kebangetan aku nyaman-nyaman saja. Mungkin malah aku yang sering kurang perhatian dan kurang bisa membuat nyaman dalan hubungan. Maafkan, itu yang kuharap. Dan aku pun juga demikian.

Pribadi
Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Aku biasanya menimbang apakah kelemahanku itu bisa ditutupi oleh kelebihannya pasanganku? Aku sadar masalah itung-itung dalam artian secara matematis nayata aku lemah. Aku suka dengan yang pandai dalam menghitung dan matematika.
Sikap dan cara bicara juga selalu menjadi perhatianku. Entah lah, aku selalu kagum dengan wanita yang suaranya mendamaikan dan sikapnya menyejukkan.

Selebihnya
Terima aku dan keluargaku apa adanya saja sih intinya itu. Aku pun juga demikian kok terhadapnya.

Jika sudah begitu. Semua sudah terpenuhi. Tentu agama jd prioritas utama. Akan aku akhiri masa lajangku segera deh. Siapakah kamu?
READ MORE
0 komentar

2 Juta Untuk Tambah Beli Sawah Bapak

Hujan lebat malam ini membuatku tak jadi berangkat nonton pentas drama Di Kampus almamterku. Sebenarnya niatku juga untuk wawancara salah satu dosen untuk rubrik Sosok. Akhirnya aku batalkan. Aku memilih di rumah kos saja. Tak lama tiba-tiba HP berdering. Romo calling....
Assalamu'alaikum...
Sudah makan belum? ah Romo... sampun... jawbku. Romo sudah makan? Belum, jawab beliau. Setelah, berbasa-basi yang kadang sangat berarti itu. Akhirnya Romo tanya ada uang 2 ribu gak? (baca: 2 juta). Ada Romo, mau buat apa? Buat beli sawah katanya. Oke, saya bawakan besok pulang sekalian jagong di tempat Mas Di yang sedang punya hajat sunatan.
Ya sudah, gitu dulu ya. Wassalamu'alaikum... Wa'alaikumsalam... Tuuuuutttt....
Entahlah, rasanya bahagia sekali bisa membantu orang tua. Meski sebetulnya itu semua juga buatku. Sebenarnya aku kasihan. Bapak dan Emak itu sudah terlalu lama kerja keras dan sangggttttttttttt berattt untuk masa depan anak-anaknya. Sedangkan aku belum bia banyak membantu, hanya sekedar untuk meringankannya. Belum lagi aku harus mengembalikan hutang pada tanteku yang jumlahnya 5 ribu.
Semoga, aku bisa segera mengembalikannya.
Mulai sekarang aku ingin lebih berhemat. Dengan harapan, dalam 3 bulan atau 4 bulan ini aku bisa kembalikan hutang itu. Jika hutang sudah terbayar, aku bisa fokus untuk melangkah dan mulai berfikir tentang masa depan (maksudku nikah). Usiaku sudah hampir 28. Aku berharap sebelum 30 sudah bisa hidup berkeluarga. Semoga, doanya ya doanya. Aku sih berharapnya mendapat jodoh yang tidak jauh2... tapi ya semua kan bukan aku yang menentukan. Orang kata orang jodoh itu di tangan Tuhan.. ya kan? hee
Berdoa yang terbaik saja lah ya... amin..
READ MORE
 
;