0 komentar

Gado-Gado Boso Jowo

Iki ceritane wong kang owah soko jalur kang wus disinauni ing bangku kuliah. Bocah iki celok wae Kedul ampreh gampange. Kedul sakiki kerjo ing Koran daerah Solo. Dadi Reporter rekake, ora sembarangan reporter. Amergo dheweke dadi reporter boso jowo. Nanging kanggo matengake kepahaman jurnalistike uga ngurusi berita Kota, dheweke bagean daerah Laweyan.
Akeh wong kang pada nyepeleke kebisonane ing koran. Amergo urung keuji. Malah kedadean kang nandhakake yen dheweke ora bisa ing jurnalistik.
ah wes ngono sek cah, ngko tak ceritake meneh nasibe si kedul bakal kepiye.
READ MORE
0 komentar

Ngandrungi Aksoro Jowo

Naliko golek pendamelan ing Kuto Solo. Sejatine katah kesempatan ingkang saget dipun lebeti. Hananging, nuruti krenteke ati. Lha sakmeniko benjing wau lak maos koran Joglosemar. Wonten lowongan kagem Reporter Boso Jowo. Kabeneran, anggen kulo remen kalian pendamelan ingkang wonten hubungne kalian jagad seseratan utowo tulis aksoro.
Pramilo sakmeniko kulo ature rencang kulo menawi wonten lowongan Reporter. Amergi deweke medamele njieh teng Joglosemar. Langsung kemawon piyambake sms rencang sak kantoripun. Jawabanipun inggih meniku, dawuhi kulo supados ndamel lamaran.
Njih siap Bos. Kulo Njih mpun siapaken niku, lamaran ugi obo rampinipun.
Salajenge mugo-mogo Gusti tansah ngijabahi anggen kulo nyambut damel ing kito Budoyo niki. Saget nuwuh aken kemanfaatan kagem sekalian gesang.
Monggo sinau malih lan mbudayakken nginakken Boso Jowo ing saben dino lan saben nopo mawon. Supados lancar lan katah kosa kata jowonipun...
Njih, mpun.. mekaten carios saking kulo. Suwun..
READ MORE
0 komentar

Aku Tak Sendiri

Jangan menilai seseorang dari fisik. Karena jika kita belum terlalu mengenalnya boleh jadi kamu akan merasa bingung dengan persepsi awal yang kamu 'yakini' berdasarkan penilaianmu dari apa yang kamu lihat dari fisik itu.
Entahlah, kisah ini aku dengar dari siapa dulu itu. Akan tetapi aku sangat ingin membaginya denganmu pembaca yang budiman. Lagi-lagi atas nama cinta aku menuliskannya untukmu. Sebenarnya aku juga ragu harus memulai berkisah.
Pada suatu hari, haha gaya dikit biar mirip kisah penting dan penuh makna. Ini kisah pemuda malang yang berjuang mencari cinta sejati. Cinta, sebuah tema yang everlasting ku kira. Di sebuah pusat perbelanjaan itu sedang ramai-ramainya dikunjungi orang. Entah atas kesepakatan dari mana mereka berbondong-bondong datang ke bioskop. Dari kerumunan orang itu aku salh satunya. Sengaja aku datangi tempat yang amat aku benci itu. Sebenarnya aku tak mau menginjakkan kakiku ke tempat itu. Orang biasa menyebutnya Mall. Dari tempat itu cuma ada satu tempat yang ingin ku kunjungi. Bioskop 21. Itu pun aku suka karena rasa basionalisku dan kecintaanku pada dunia sastra. Bukan yang lain.
Ainun dan Habibie, itulah film yang sangat ingin aku lihat. Namun entah setiap kali aku datang. Tiket selalu habis. Akhirnya karena berkali-kali gagal. Aku memutuskan nongkrong di Hik. Nyantai sambil menikmati wedang Jahe untuk menghangatkan badan. Apalagi akhir-akhir ini musim hujan.
Namanya Painem, gadis penyuka warna ungu itu. Duduk sendirian. Tak lama seorang laki-laki dengan jaket abu-abu menghampirinya. Tingginya sepadan, aku melihatnya saat mereka berdiri dan saling bersalaman.
"Pasangan yang serasi," pikirku.
Aku mengalihkan lamunanku di antara jahe yang lebur dalam panas air yang mendidih. Uapnya mengepul merasuk hipnotis tanganku untuk mendekatkannya ke mulutku.
"setan alas, PANAS!" teriakku. Tatapan-tatapan aneh mengarah padaku. Aku cuek.
"Gimana jadi nonton Nem?" tanya cowok itu pada gadis itu.
"Lha gimana?" tanyanya bailk.
"Semua tiket habis dik....." dengan muka murung.
"Aku tak sendiri!" Dalam batinku aku bersorak girang.
"Makan yuk mas,"
"Enggak jika nggak jadi nonton aku harus segera ke kantor."
"Ya sudah. Aku juga mau pulang." ucap gadis itu.
Aku hanya terdiam.
"Hubungan macam apa itu?" pikirku masih mencoba menerka.
Karena hujan udah mulai reda aku ingin melihat jadwal selanjutnya. Apakah Ainun dan Habibie masih habis juga tiketnya. Oh my Ghost! Ternyata habis lagi. Yasssalllam.... Aku putuskan untuk pulang.
Namun kupingku mendengar suara yang tak asing. Suara riang tertawa sambil berbincang dengan teman makannya.
"Lho si gadis ungu itu!" teriak hatiku.
Nampak asyik bermesraan dengan pria yang berbeda dari yang ku lihat tadi. Terlihat lebih tua. Tapi mampu membuatnya tertawa dan bisa mengajaknya makan di Food Court yang aku yakin cowok itu tak mampu mengjaknya ke tempat itu.
Oh, dunia ini benar-benar abu-abu. Aku pilu melihat pemandangan itu.
Aku jadi rindu, rindu yang membiru hingga bibirku kelu. Aku memiliki gadis yang jauh. Dia mencintaiku meski belum  pernah bertemu.
"Semoga nasib cowok berjaket abu-abu itu tak menimpaku." Doaku dalam qalbu.
Amin.
Bawel, kau tahu aku sangat menyayangimu. Jaga selalu kepercayaanku itu. Maafkan jika belum bisa memberimu sesuatu. Makasih telah membersamaiku.


READ MORE
0 komentar

Jejak Perayaan Tahun Baru (Versi Persahabatan)

Tahun baru, sama saja sebenarnya seperti hari-hari biasanya. Tak ada yang beda juga tak ada pahala merayakannya. Hahaha bukan bermaksud hitung-hitung pahala. Hanya saja prioritas amalan itu penting untuk mengetahui seberapa berkualitas hidup kita. Kali ini aku ingin menceritakan beberapa perjalanan menuju perayaan hingar bingar tahun baru. sebenarnya pagi itu aku tak terlalu tertarik dengan undangan gubernur dagelan Jateng. Dia mengajakku untuk pentas di car free day. Namun karena konsepnya berubah kami tak jadi pentas. Hanya beberapa saja yang didandani ala badut sebagai bentuk sosialisasi dan promosi karena malamnya akan mengisi acara di malam tahun baru yang juga diadakan car free night.
Tetapi karena malam itu hujan turun begitu lebat dan aku dan teman-teman sekampungku yang gebetulan bermain di Solo untuk merayakan Tahun baru. Khusnu teman satu kampungku yang juga kerja di Solo sedang pindahan. Dan aku membantunya. Kebetulan Andika yang baru saja keluar darikerjaanya di jakarta ingin memulai usaha dengan Guruh di Solo. Tapi karena Guruh sudah berkeluarga, dia pulang. Sehingga Aku ajak Andi menemaniku membantu Kusnu. Di saat yang sama Salendro dan Dublin sedang bermain ke Solo. Setelah percakapan via sms dengan Andi. Akhirnya mereka sepakat untuk bergabung. Sehingga pada malam itu kami berlima berjibaku membantu proses perpindahan Kusnu. Karena kecapekan Kusnu dan Andi tidur. Sedang aku menemani Dublin dan Salendro yang sudah jauh-jauh ke Solo untuk melihat Kembang Api. Hahaha lucu memang. Tetapi setelah berputar-putar dan berjuang sekuat tenaga untuk bisa keluar dari kemacetan. Kami terjebak di Manahan. Ada segerambolan motor dengan suara memekakkan memcetkan jalan. Kami pun terjebak dalam kemacetan itu. Hingga suara bising dan bau asap bermotor membuat pening kepala. Sumpah aku tak berniat untuk hal ini. Aku hanykan ingin membuat temanku bahagia. dengan membuat terwujud keinginan yang mereka perjuangkan itu. Met Tahun Baru kawan.
READ MORE
0 komentar

Sebenarnya Aku Lelah, Tapi Doa Senjata Terakhirku Kuatkanku

Lelah, sungguh. Kondisi ini benar-benar membuatku terpuruk. Sudah bebrapa tahun ini aku belum bisa bangkit. Alih-alih melangkah jauh. Aku hanya seperti berputar-putar di tempat yang sama. Area ini benar-benar membekukan daya kreasiku. Mataku semakin buram menatap masa depan. Hidup menjadi pengangguran sungguh menyiksa. Aku jenuh. Lewat jenuh tepatnya.
Mimpi, ingin ku percaya dengan segala keajaiban dan kekuatan cinta yang diterjemahkan dalam optimis dan positif. Tapi lagi-lagi aku merasa ini seperti perputaran saja. Tak ada yang bisa membuatku melaju. Hanya mampu merepotkan sekitarku. Keluarga, beban utama yang begitu kuat mendera. Juga tuntutan usiaku yang kini tak lagi muda. Menikah, itulah yang sejatinya bisa segera aku laksanakan. namun aku tak bisa dan tak mau jika kondisiku masih seperti ini. Sementara rinduku pada kekasih hatiku sungguh sulit teredam.
Ya Alloh jagalah hambamu yang lemah ini. Aku cinta Islam, cinta Rasulullah dan Ingin istiqomah menujuMu Ya Robb. Bukalah pintu gerbang rejekiku. Tunjukan aku jalan untuk menujunya agar aku bisa keluar dari segala hal yang semakin membuatku terpuruk dan jauh dari ridhomu. Amin.
READ MORE
0 komentar

Mimpi Rindu

Rindu, memang telah lama bersemayam di hatiku. Sebenarnya riasa itu. Rindu yang tak ku mau. Rindu yang membuka kenangan masa lalu. Menyedihkan. Kucoba sekuat tenaga menutup rapat dengan segala upaya. Namun sadarku kalah oleh tak sadarku. Alam sadarku lemah saat tubuhku terbaring semalam.
Rindu yang tak ku mau itu menjelma menjadi mimpi. Mimpi tentang kenangan masa lalu yang seharusnya terkubur dalam panjang rentang waktu. Tapi entah kenapa rindu menjelma mimpi yang entah aku tak tahu apa pula maksud semua itu.
Hidup itu berjalan maju. Masa lalu hanya berupa spion yang berfungsi untuk sekedar melihat belakang. Itu pun bertujuan agar langkah yang akan diambil untuk melaju ke masa depan berjalan lancar tanpa hambatan. Jangan sampai tertabarak atau berbenturan hanya karena melupakan menengok belakang.
Masa depan, aku punya dirimu. Seorang yang menerimaku tulus. Menerima apa adanya diriku. Mati-matian mempertahankanku meski sekali pun belum pernah bertemu. Kami hanya bersua dalam dunia maya. Meski berat memang mempertahankan hubungan ini. Tapi tiap kali aku mendengar suaramu rasanya kita memiliki chemistri fonon dalam setiap panggilan telfonmu. Suaramu membuatku jatuh hati. Dan rindu itu kini sepenuhnya untukmu hanya saja harus jujur aku katakan ada satu rindu yang tak ku mau terus-terusan menderaku. Rindu masa lalu. Yang tak semestinya ada. Namun apa daya aku tak mampu kendalikan alam tak sadarku. Untuk cintaku 2 maafkan aku, aku telah jatuh hati padamu.
READ MORE
0 komentar

Pertemuan

Bulan Desember ini memiliki arti tersendiri bagiku. Pertemuan, itulah kejadian yang kuharapkan bakal terjadi di bulan ini. Sehingga di tahun yang baru aku bisa mengisi dengan hari yang baru. Tidak monoton dan membosankan seperti hari-hariku sebelumnya. Sudah terlalu lalma hidupku tak berarti rasanya. Aku ingin bertemu tempat mencari rizqi yang pas dan baik buatku. Aku ingin bertemu dengan jodoh dan semoga itu adalah kekasih hatiku. Cinta, benar-benar dahsyat pengaruhnya. Dia mampu membuatku positif dan optimis untuk terus berusaha. Menggapai cita dan cinta.
Keyakinan yang tak mudah untuk kembali aku tanamkan di relung jiwaku. Sempat melompat beberapa kali dari tempat yang sudah kusediakan. Beruntung dengan sekuat tenaga juga berkat bantuan kekasihku keyakinan akan cita dan cinta akan bisa terwujud dan terealisasikan mulai kembali menghujam. Aku berharap keyakinan itu bisa jinak dan kerasan di sangkar hatiku. Bisa terus tumbuh dan berkembang. Syukur-syukur memberi pengaruh dan kemanfaatan yang baik juga untuk sesama. karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama. Dan aku sangat berharap bisa menjadi bagian dari solusi semua masalah hidup. Amin...
READ MORE
0 komentar

Waiki, Judule Golek Dalan Rejeki

Ah rasanya baru kemaren aku tak kerja. Semua aku lakukan demi kelulusanku. Alhmadulillah aku sudah lulus. Sekarang aku menikmati masa menjadi Job Seeker. Yeah, sesuatu yang ku takutkan itu pun kini mengujiku. Dengan modal ijasah S.Hum aku berharap nasibku dalam karir bisa jadi lebih baik, agar aku bisa sedekah, ibadah dan melakukan banyak kemanfaatan hidup dengan harta yang aku peroleh dari pengamalan ilmuku. Dapat akherat serta dunianya, itu lah yang kuharapkan.

Tapi, jalan menuju ke puncak tak mudah kawan. Malam ini aku mempersiapkan beberapa persyaratan. SK bebes narkoba dan buta warna juga tanda belum kawin dar kantor desa masih tambah lagi skck. Padahal semua orang tahu, aku ini jelas-jelas lolos semua syarat itu. Tapi yah... demi menggapai mimpi, seterjal dan sesulit apapun rintangan menuju jalan itu. Aku bertekad untuk menahklukkannya. Apalagi aku ingin segera menikah dengan gadis pujaan yang sampai saat ini belum pernah aku jumpa.

Masa lalu, aku dan dia sama-sama memiliki kisah sendiri di masa lalu kami. Mungkin juga semua orang pasti juga memiliki kenangan itu. Aku hanya ingin menatap masa depan lebih baik berkaca dari masa lalu yang mungkin ada salah. Itu menjadi pelajaran berharga. Let's face the bright future! Cayo, Semangat!!!
READ MORE
 
;