0 komentar

Brisik Pilgub Jateng

Entah lah mereka ngomong apa malam ini, di kotak gila itu mereka beradu visi misi. Yah, program kartu sebagai cara untuk mengatasi berbagai permasalahan rakyat Jawa Tengah.
Entah sampai kapan ritual ini berlangsung, kampanye yang entah menghamburkan berapa rupiah saja hanya untuk sosialisasi. Anehnya, disekitar kita masih sering kita dapati anak-anak asyik mengamen dari pada sekolah. Ibu-ibu khusuk mengemis dari pada menjaga anak-anaknya. Bapak-bapak yang berpakaian kumus menikmati rutinitasnya memulung dan tinggal di rumah kardus. Juga berbagai kegaduhan negeri ini yang semakin memekakkan telingaku. Tapi, sebagai warga negara yang baik apa pun ini harus kita pantau dan ikuti.

Dalam pesta kali ini ada 3 pasang calon, Tiga pasangan itu adalah incumbent Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang mendapat nomer urut 2 ini berpasangan dengan Rektor Universitas Negeri Semarang, Sudijono Sastroatmojo. Pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PAN.

Kemudian pasangan incumbent Sekretaris Daerah Jateng Hadi Prabowo yang menggandeng Bupati Sumedang Don Murdono. Pasangan nomer 1 ini diusung oleh enam partai yaitu PKS, PKB, Partai Gerindra, PPP, Partai Hanura, dan PKNU.

Terakhir adalah pasangan yang mendapat nomer urut 3, diusung oleh PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko. Ganjar merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Sedangkan Heru adalah Bupati Purbalingga.

 Pilihan ada ditangan kalian masing-masing warga Jawa Tengah, silahkan gunakan hak suara kalian pada hari Minggu, 26 Mei 2013 nanti dengan sebaik-baiknya. Semoga pemimpin yang terpilih bisa bekerja dengan serius dan membawa banyak kemanfaatan. amin.....
READ MORE
0 komentar

Lelucan Cinta (The Series II)

Jalan Menuju Sekolah

Setiap langkah dan helaan nafas untuk mencari ilmu itu hanya syahdu dan indah jika sudah jadi kenangan. -Ayyas-
 Arti pendidikan bagi anak desa seperti sebuah jalan yang jauh dan mendaki untuk menuju tempat yang bisa menghasilkan uang. Sementara kebutuhan makan mereka sudah seperti udara, karena jika tak mendapat makan kematian menjemputnya. Itu lah kenapa banyak anak di desa Kauman ini memilih merantau setelah lulus SD, jarang yang mau melanjutkan ke tingkat SMP apalagi SMA. Selain jarak yang jauh, biaya yang mahal, masih banyak yang beranggapan sekolah atau tidak tak menjadi jaminan kesuksesan apalagi menjadikan orang kaya dan terpandang.

Meski begitu, dari sekian banyak warga Kauman, keluarga Nur Hadi adalah satu dari beberapa pengecualian yang berbeda dari mayoritas kepala keluarga yang memiliki pandangan sama tentang arti pendidikan. 
"Pendidikan anak-anak e dewe iki bisa kanggo ngentaske kemiskinan dek, mugo-mugo bocahe dewe sekolahe pinter lan pener," kata Nur Hadi pada istrinya, Yamti, saat makan malam.
"Amin pak, wong pas SD Ayyas ki ya bisa dadi murid teladan, makili kanca-kancane menyang Kabupaten," tanggap Yamti. "Lha Ayyas nganthi meh maghrib ngene kok durung bali ya pak?" Tanyanya tiba-tiba.
"Lha ya saiki sekolahe kan aduh, ora kaya nalika isih SD ta," kata suaminya.
"Lah-lah, bocahke kok ya nekad njaluk sekolah. Lhawong kanca-kancane padha milih kerja, mrantau menyang Jakarta," ujar istrinya.
"Ya malah alhamdulillah ta Bu, tur neh aku ya mesakne yen dheweke mrantau dek, ra tega aku," ungkap suaminya sambil berjalan ke luar rumah untuk melihat anaknya apa sudah terlihat apa belum di jalan.
(Sek leren sek... kesel heee -____- )
READ MORE
0 komentar

Lelucon Cinta (The series)

Cinta Anak Gembala
 Cinta sungguh sukar dimengerti -Ayyas-
Riak air sungai tak dapat menyadarkan bocah itu dari lamunannya. Anganya melayang pada sosok manis yang masih berbau amis. Senyumnya mengembang diiringi rasa risau, cemas, dan takut. Rasa yang lebih kuat dari arus sungai. Rasa yang mampu kembalikan kesadaranya. Nah, Lihat! Bocah itu sadar, nampaknya ada yang hilang darinya tapi apa? Dilihatnya sekitar, sepi sekali. 
"Embek!" teriaknya, saat sadar gembalanya sudah tak ada di sekitar lahan gembalaan.
Bocah itu berlari mencoba mencari jejak kaki kambing miliknya. Setelah beberapa lama bocah itu mulai mengikuti jejak yang tertinggal. Bocah itu sudah hafal ke mana Kambing gembalaanya pergi jika sudah menemukan jejak kakinya. 
"Mengetan iki parane wedusku, bararti nang Talang Bubrah (Ke timur ini arah kambingku, berarti menuju Talang Bubrah)," simpulnya sambil berlari menuju tempat itu. Meski dengan perasaan was-was, dadanya berdetak tak menentu.
Talang bubrah adalah tempat yang terkenal angker bagi Warga Kauman. Tempat ini diyakini sebagai jalur penyebrangan ular Baru Klinting yang diyakini warga sebagai utusan Nyai Rara Kidul. Desa yang berada di tengah hutan ini memang memiliki banyak keunikan, selain kaykinan yang beragam khususnya bagi para petani dan peternak. Mereka masih tetap bisa makan meski cuma jadi pengangguran. Alam menyediakan kekayaan yang berlimpah. Apalagi jika mereka rajin. Tapi sayang jirih payah petani dan peternak di desa ini selalu terpuruk karena minim dukungan Pemerintah setampat. Setiap panen harganya jatuh bakan anjlok jauh. Cuma cukup untuk kembalikan modal.
 Sepi sekali tempat ini, hanya ada suara burung Dekuku, Pleci dan Kutilang yang sedang berburu biji Mladehan. Bocah itu mencoba mengedarkan pandangannya. Tempatnya memeng rimbun, penuh dengan duri rambat dan tanaman perdu dan ilalang. Ada gerakan di bawah meski agak jauh, juga ada suara anak kambing mengembik, bocah itu bergegas turun. Begitu sampai ternyata seekor Cempe terjerat duri rambat. Dengan hati-hati bacah itu mencoba melepaskan. Durinya banyak sekali sampai-sampai bocah itu pun ikut terkena duri di tangan dan kakinya. Panas dan perih tak dia hiraukan. Bocah itu senang akhirnya bisa menemukan gembalaanya. Setelah terlepas, dia patahkan sebatang kayu dan dia gunakan sebagai pengarah kambingnya agar segera pulang. Karena sore buru-buru berganti malam.
***
Di rumah bambu itu memang belum ada cahaya lampu, masih agak terang. Meski sebenarnya sudah remang-remang. Sepi belum ada orang, ternyata bocah itu lebih dulu pulang. Bapak dan Emaknya masih di sawah. Mungkin masih dalam perjalanan. Buru-buru dia mencari korek api, dia nyalakan dimar dan segera mencuci piring dan menyapu rumah. Jika kambingnya tadi tidak hilang, bocah itu tak perlu sesusah ini. Susah lebih baik baginya dari pada kena omel Emaknya yang super duper cerewet.
"Yas, wes ngngsu we mau (tadi sudah mengisi bak mandi)?" Tanya Ibunya yang baru saja pulang. Bapaknya yang pendiam lebih memilih pergi ke sungai jika tahu bak mandi masih kosong.
Tanpa banyak bicara bocah itu bergegas ke sumur, menimba air untuk mengisi bak mandi. Dengan cara itu dia bisa lolos dari omelan.
"Lek, Ayyas wonten (Ayyas ada)?" Tanya Heru teman sekolah Ayyas.
"Kae nang sumur," Jawab Bu Yamti, Ibu Ayyas.
"Eh Heru, enek apa Her?" Tanya Ayyas begitu melihat temannya datang.
"Iki lho entok titipan surat saka Dian," begitu mendengar itu ember untuk mengambil air terlepas dari tangan Ayyas hingga terdengar suara yang menggelegar.
"Ngopo to cah?" Tanya Bu Yamti setengah menjerit karena kaget.
"Mboten og Mak, iki lho Timbone ucul," jawab Ayyas.
"Nyoh," ucap Heru sambil memberikan surat.
"Surat-suratan kaya cah gede ae," ledek heru sambil berlalu dan pamitan pulang.
"Suwun lho ya Her," kata Ayyas.
Surat itu disimpanya di tempat yang kering. Dengan cepat dia selesaikan pekerjaanya. Ada kekuatan yang tak bisa dilogika menghinggapinya. Dia bekerja seperti bocah kesetanan. Hingga azan Magrib berkumandang. Akhirnya dia sudah selesaikan semua kerjaan. Selepas mandi dan Sholat, Ayyas mengaji kemudian membuka perlahan surat Dian, Sang kekasih pujaan. Dalam surat itu bertuliskan;

Besok aku tunggu pagi-pagi di kelas sebelum teman-teman datang. Kita harus bicara!
 Isi surat itu malah membuat Ayyas semakin risau. Hingga larut matanya tak bisa terpejam. Azzan Subuh yang biasanya terdengar pun terlewatkan, bahkan saat dibangunkan bapaknya Ayyas tak mendengar. Hingga semua sudah berangkat ke sawah. Begitu bangun, mentari sudah menyala terang. Jarum Jam menunjuk pukul 06.30, buru dia ambil wudhu dan sholat subha (Subuh dan Duha). Tak keburu mandi yang penting berseragam, itu lah aturan main di sekolahan.
Begitu sampai kelas 4 SDN Kauman IV ini sudah ramai, wajah Dian cemberut melihat Ayyas terlambat datang. Dengan penuh sesal Ayyas terduduk di bangkunya, deretan pojok kanan paling belakang. Dian yang melihat Ayyas murung tak tega. Sambil mencuri pandang dia lempar senyuman ke pojok belakang. Tapi sayang Ayyas masih membenamkan wajahnya. Sebelum guru datang Dian menulis di secarik kertas. Kemudian berlagak mencari sapu yang ada di belakang. Tepat di belakang Ayyas sapu-sapu itu berjajar. Kertas itu selipkan dimeja. Ayyas kaget melihat Dian sudah di belakangnya dan berlalu sambil membawa sapu. Kertas itu dibacanya.

Senyum donk :)

Bagai terkena strum ribuan volt, wajah Ayyas kembali berbinar dan semangat dan siap untuk belajar.................................. Bersambung ^-_________-^
READ MORE
0 komentar

Rasa Takut Itu Perlu

Takut, mungkin semua manusia pernah mengalami hal ini. Rasa takut memiliki kesan tersendiri bagi manusia. Adakalanya, manusia itu lupa bahwa dirinya mengalami hal yang tak pernah disangkakanya. Hal itu akan membuat manusia semakin waspada dan memiliki pertimbangan sendiri jika ingin berbuat sesuatu.
Manusia yang selalu bahagia akan mudah lupa bahwa sakit telah bersiap mengintainya. Karena ini adalah dunia semua berpasang-pasangan tidak ada yang sendirian, haha kecuali saya yang sedang jomblo ini (teteot).
Namun, kadang rasa takut yang berlebihan juga tidak perlu karena sakit dan sengsara itu seharusnya kita hadapi dengan wajar saja. Karena begitulah hidup semua orang pasti mengalaminya. Hanya saja kadar dan tingkatanya mungkin berbeda.
Hahahahah tibalah saatnya curhat: -________- ku xixixixixixixi
Baru tadi sore aku menyadari sesuatu yang selama ini menggangguku. Aku selalu penuh pertimbangan untuk melakukan sesuatu. Entahlah itu karena rasa takutku atau hanya karena sungkan saja.
Sekarang aku sedang bingung antara pindah kontrakan atau tidak. Karena aku sebetulnya ingin cari tempat tinggal yang dekat dengan kerjaanku. tapi, nggak enak kalau harus meninggalkan teman-teman yang sudah seperti keluarga selama tinggal dalam kontrakan.
Kedua, tadi sempat shock karena motorku akan diminta oleh orang lain. Rasanya berat banget. dan ternyata cuma untuk dipinjam sesore dan besok. Lega rasanya. Alhmadulillah semua dimudahkan. Nah, rasa tkut itu telah menyadarkan aku. Seharusnya aku lebih banyak bersyukur atas segala limpahan kenikmatan yang telah diberikan. Semoga bisa jadi pelajaran buatku dan teman-teman semua.
READ MORE
0 komentar

Wanita Yang Memeluk Kuburan

Aku tak mengenalnya. Aku cuma melihatnya sekilas saat ada Jumpa Pers tadi. Wajah-wajah baru aku lihat hadir di acara itu. Bukan, tepatnya aku yang baru sehingga tidak terlalu kenal dengan para pewarta di kota budaya ini. Dari sekian banyak wartawan yang hadir beberapa aku kenal. Tapi kebanyakan memang sama sekali tak ku kenal. Dan kau tahu, dari sekian banyak itu ada satu wanita yang nampak bersinar. Aku tak tahu siapa, aku hanya berharap bisa mengenalnya suatu saat nanti (meski dengan pesimis karena aku tak kenal dan tak tahu). Baru setelah aku baca beberapa ulasan berita dari acara itu. Ada sebuah nama pewarta yang mencantumkan alamat twiternya. Aku klik dan baca. OMG, ternyata itu dia. Wanita yang paling berkilau itu. Namanya L wajahnya cantik. Dan betapa semakin aku terkagum dengannya saat membaca alamat blog yang ada di twiternya. Dari blog itu aku melihat foto L sedang memeluk makam ayahnya. Ya Allah semoga L senantiasa dalam lindungaMu dan Kau tempatkan almarhum ortunya di tempat terbaikmu. amin...
#Semoga ada kesempatan untuk kita berjabat kata L... -______-
READ MORE
0 komentar

Link Berita Pendidikan

Ini link informasi pendidikan diseputaran Solo Raya, semoga bermanfaat -_____-  http://joglosemar.co/pilihan/edukasi/pendidikan
READ MORE
0 komentar

Link Seratku

Teman-taman bisa menikmati tulisan saya yang berbahasa Jawa di sini ni, enjoy yah :) http://www.edisicetak.joglosemar.co/berita/edisi-minggu/serat.html
READ MORE
0 komentar

Kumpulan Lagu Dolanan

Lagu Dolanan

CUBLAK-CUBLAK SUWENG
cublak cublak suweng.. suwenge ting gelenter..
mambu ketundung gudel
pak empong lera-lere
sopo ngguyu ndelikkake
sir-sir pong dhele gosong
sir sir pong dhele gosong

Sluku-sluku bathok
Sluku-sluku bathok
bathoke ela-elo
si romo menyang solo
oleh-olehe payung moda
tak jenthir ololobah
wong mati ora obah
yen obah medeni bocah
yen urip nggoleko dhuwit

Gotri nagasari
gotri legendri nogosari, ri
riwul iwal- iwul jenang katul, tul
tulen olen-olen dadi manten, ten
tenono mbesuk gedhe dadi opo, po
podheng mbako enak mbako sedeng, deng
dengklok engklak-engklok koyo kodok

Dayohe Teka
Ei.., dayohe teko,
Ei.., jerengno kloso,
Ei.., klosone bedah,
Ei.., tambalen jadah,
Ei.., jadahe mambu,
Ei.., pakakno asu,
Ei.., asune mati,
Ei.., guwangen kali,
Ei.., kaline banjir
Te Kate Dipanah
Te kate dipanah
Dipanah ngisor gelagah
Ana manuk konde-onde
Mbok sirbombok mbok sirkate
Mbok sirbombok mbok sirkate

Gek kepriye
Duh kaya ngene rasane
Anake wong ora duwe
Ngalor ngidul tansah diece
Karo kanca kancane
Pye pye pye pye ya ben rasakna
Pye pye pye pye rasakna dewe
Pye pye pye pye ya ben rasakna
Pye pye pye pye rasakna dewe

Pitik Tukung
Aku duwe pitik pitik tukung
Saben dina tak pakani jagung
Petok gok petok petok ngendok pitu
Tak ngremake netes telu
Kabeh trondol trondol tanpa wulu
Mondol mondol dol gawe guyu

Ilir-ilir
Lir ilir..lir ilir..tanduré wus sumilir Tak ijo royo¬royo..taksengguh temantèn anyar
Cah angon.cah angon..pènèkké blimbing kuwi , Lunyu-lunyu ya pènèken kanggo masuh dodotira
Dodotira dodotira kumitir bedhah ing pinggir Dondomana jlumatana kanggo séba méngko soré Mumpung padhang rembulané
Mumpung jembar kalangané Ya suraka..surak horéé

Kate – Kate Dipanah
Te kate dipanah
dipanah ngisor nggelagah
ana manuk ondhe ondhe
Mbok sir bombok bok sir kate
Mbok sir bombok mbok sir kate

Menthok – menthok
Menthok menthok tak kandhani
Saksolahmu angisi-isini
Mbok ya aja ngetok
Ana kandhang wae
Enak-enak ngorok ora nyambut gawe
Menthok-menthok mung lakumu
Megal-megol gawe guyu

Kupu Kuwi
Kupu kuwi tak encupe
Mung abure ngewuhake
Ngalor-ngidul
Ngetan bali ngulon
Mrana-mrene mung sak paran-paran
Mbokya mencok tak encupe
Mentas mencok clegrok
Banjur mabur kleper

Cempa
Cempa rowa
Pakananmu apa rowa
Tuku gendhing ndhing ndhing ndhing
Rowang rawing wing wing wing
Bong kecebong jarane jaran bopong
Sing nunggangi Semar Bagong
Ecrek-enong ecrek-egung ecrek-enong ecrek-egung

Jago Kate
Jago kate te te te
Kukukluruk … kok
Amecece ce ce ce
Kukukluruk
Dibalang watu bocah kuncung
Keok … kena telehe
Njranthal … pelayune
Mari umuk mari ngece
Si kate katon nyekukruk

PADANG MBULAN
Yo, poro konco dolanan ning jobo
Padang mbulan, padange koyo rino
Rembulane sing ngawe-awe
Ngelingake ojo podo turu sore

JAMURAN
Jamuran... jamuran...ya ge ge thok...
jamur apa ya ge ge thok...
Jamur payung, ngrembuyung kaya lembayung,
sira badhe jamur apa?

KODOK NGOREK
Kodok ngorek kodok ngorek ngorek pinggir kali
teyot teblung teyot teblungteyot teyot teblung
Bocah pinter bocah pinter besuk dadi dokter
bocah bodho bocah bodho besuk kaya kebo

KIDANG TALUN
Kidang talun
mangan gedang talun
mil kethemil...mil kethemil...
si kidang mangan lembayung

DONDHONG APA SALAK
dhondhong apa salak dhuku cilik cilik
gendong apa mbecak mlaku thimik thimik
adhik ndherek ibu tindak menyang pasar
ora pareng rewel ora pareng nakal
mengko ibu mesthi mundhut oleh-oleh
kacang karo roti adhik diparingi

PITIK TUKUNG
Aku duwe pitik, pitik tukung..
saben dina, tak pakani jagung
petok gogok petok petok ngendhog siji,
tak teteske...kabeh trondhol..dhol..dhol..
tanpa wulu..megal-megol.. gol.. gol.. gawe guyu...

JARANAN
jaranan-jaranan... jarane jaran teji
sing numpak ndara bei
sing ngiring para mantri
jeg jeg nong..jeg jeg gung
prok prok turut lurung
gedebug krincing gedebug krincing
prok prok gedebug jedher

GUNDHUL-GUNDHUL PACUL
Gundhul gundhul pacul cul, gembelengan
nyunggi nyunggi wakul kul, petentengan
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar

MENTHOK-MENTHOK
Menthok, menthok, tak kandani mung lakumu,
angisin-isini mbok yo ojo ngetok,
ono kandhang wae enak-enak ngorok,
ora nyambut gawe
menthok, menthok ...
mung lakukumu megal megol gawe guyu

GAMBANG SULING
Gambang suling, ngumandhang swarane
tulat tulit, kepenak unine
uuuunine.. mung..nreyuhake ba-
reng lan kentrung ke-
tipung suling, sigrak kendhangane

SUWE ORA JAMU
Suwe ora jamu
jamu godong tela
suwe ora ketemu
ketemu pisan gawe gela

TAK LELO LELO LEDUNG
tak lelo lelo lelo ledung...
cup menenga aja pijer nangis
anakku sing ayu rupane
nek nangis ndak ilang ayune
tak gadang bisa urip mulyo
dadiyo wanita utomo
ngluhurke asmane wong tua
dadiyo pendekaring bangsa
cup menenga anakku
kae bulane ndadarikaya ndas butho nggilani
agi nggoleki cah nangis
tak lelo lelo lelo ledung
cup menenga anakku cah ayu
tak emban slendang batik kawung
yen nangis mudak gawe bingung
tak lelo lelo ledung..
READ MORE
 
;