0 komentar

Ketemu Lagi, Si Gadis Pemeluk Kuburan

Gadis Pemeluk Kuburan, begitu aku menyebutnya. Seorang wartawati Solo yang dulu tak aku kenal dan cuma bisa menatapnya dalam diam itu. Kau tahu kawan, sekarang aku dan dia sudah berkenalan. Meski, jarang sekali bertemu namun aku pernah menulis hara[panku terhadapnya di posting sebelumnya. Memang agak lebay haha... Biasa, pria lajang. Nyari pasangan selalu gagal. Tapi, it's fine. Aku bisa menikmatinya meski menyakitkan.
Sekarang aku punya nomer HP dia. Tapi, sepertinya dia sudah dekat dengan cowok lain. Siapa peduli. Toh aku cuma ingin berteman (haha berteman biasa, ciyus?) entahlah. Pasarah saja aku. Usah kau ledek aku. Kebumen dulu aku sudah bisa terima, tapi jarak yang jauh membuatku mundur. Porwodadi sepertinya dia tak mau menerimaku dengan segala sifatku (sepaket maksudku baik buruk, yaiyalah... terima yg baik buang yg buruk baru mau) Haha... terserah, sekarang ada dua nama em bukan tiga, ah entah. (Gadis Pemeluk Kuburan, Si Guru Ngaji Jeleg, Sekertaris Jutek) Yang jelas belum ada nama yang matab di hatiku. Semua masih samar. Gampang pudar.
Di Ramadan ini aku berdoa, semoga bisa bertemu dengan jodohku. Hatiku bisa mantap memilihnya. Dia pun bisa yakin dan kuat bertahan denganku. Siapa pun kamu, dari ketiga itu, atau mungkin orang yg pernah ada di masa laluku dan ingin kembali aku tak tahu, aku hanya butuh keyakinan dan kemantaban untuk melangkah. Sejauh ini aku masih ragu...
"Istikharoh lah minta petunjuk Allah," kata Azam dalam KCB segera aku iyakan. Bismillah... -________-
Mumpung Ramadan kawan, bulan penuh keajaiban... :)
READ MORE
0 komentar

Totalitas Dalam Kebaikan

Seperti biasa aku muter kota solo untuk mencari informasi. Ada banyak hal yang perlu digali di Kota Budaya ini. Kemarin habis liputan seputar sejarah orang Banjar yang ada di Solo. Aku sangat terkagum dengan segala yang ada dalam budaya itu. Kau, tahu kesan itu karena aku pernah ada ikatan emosi dengan daerah bernama Jayengan itu. Awalanya dan mungkin sampai sekarang aku menatap tempat itu ganjil. Karena berbagai ke khasan dan kondisi masyarakat yang tak kupahami. Masyarakat perkotaan memang susah aku pahami cara hidup mereka. Aku senang, bisa mendapat pelajaran berharga itu. Sebagai orang pelosok desa memang aku perlu banyak belajar lagi tentang kebudayaan orang juga berbagai karakternya. Meski, mempelajari itu semua tidak serta merta meubah cara pandang dan pola hidupku. Apalagi watak dasarku, jika baik sih nggak papa yang buruk ini lho yang sulit aku ubah. Tapi, sungguh aku ingin berubah dari beberapa sifat buruk yang kumiliki itu.
Sekarang akau benar-benar merasa ngantuk. Kau tahu malam ini aku sedang piket. Aku lelah karena kemarin baru pulang. Dan beberpa hal tak kuharapkan terjadi, aku merasa kurang maksimal saat di rumah. Padahal aku ingin bisa lebih berbakti pada ortu dan saudara-saudaraku. hanya saja kemampuanku tak menjangkaunya. Di tambah lagi bahuku sakit sekali. Aku tak bisa memaksimalkan tenagaku untuk membantu pekerjaan ortuku. Aku seperti pemalas yang tak guna. Takut, sakit dan gatal, lelah dan lain sebagianya sangat kuat mencekramku rasa itu. Dan aku tak berdaya, bersamaan pula saat berantem denga wanita yang sedang dekat denganku pun berantakan. It's over!!! katanya. Aku jawab saja OK, It's your choice. dan bubar.
Sempurna kan? dan kau tahu kenangan masa laluku tak jua sirna. Aku ingin segera bangkit. Dengan tubuh yang payah aku tulis semua ini. Berharap dengan ngaco di Blog semua akan teratasi adalah hal terkonyol tapi ini lah yang aku lakukan. karena nulis berita malah bikin otakku mampet. Besok saja lah...
Dan kau tahu aku ingin pulang dan tidur hehehe padahal baru saja dapat wejangan agar mengurangi makan dan tidur, tapi aku malah makan dan tidur. Emang susah..... berubah... tapi aku yakin suatu saat aku bisa berubah, dengan usaha terus dan sedikit-sedikit perubahan terus terjadi pada ku. semoga, AMIN... -_____-
READ MORE
0 komentar

Mungkin Kau Memang Bukan Jodohku

Baru pagi tadi kurasakan kau memang benar-benar bukan untukku. Ya lagi-lagi perpisahan itu akhirnya menjadi pilihanmu. Aku pun terima dengan apa adanya meski ada kebingungan yang ganjil. Aku masih bawa bukumu. Dan mungkin juga beberapa kenangan itu. Tapi, kali ini akan aku pastikan untuk tidak lagi menjalin sesuatu sebelum aku benar-benar yakin dengan seseorang. Pengalaman ini kujadikan pelajaran.
Ada baiknya aku kembali ke halqoh, menjadi mutarobbi dan memasrahkan segala jodohku pada Murobbi. Tapi rasanya aku tak mau jika harus masuk dalam hiruk pikuk partai. Aku ingin menjadi manusia bebas tanpa harus dikenal dengan satu atribut. Kepriben jal? haha...
Ah,,, ya sudah lah... jalani dulu apa adanya... banyak hal yang harus aku kerjakan juga kan...
Aku sadar usiaku tak lagi muda, tapi mau bagaimana jika usahaku dalam mencari pasangan selalu pupus oleh keraguan....
Kriteria, kecocokan, kenyamanan, itu saja yang aku cari tentu semua itu juga ada syaratnya tapi biarlah aku simpan di hati, berjubel dengan kenangan lalu yang sulit sekali ku lalui, sepertinya sudah terpatri. Maka, semua kenangan lalu itu coba saja aku nikmati... Mengenang dia membuat tersenyum sendiri, dia bukan berarti cuma satu, ada beberapa dia sekarang yang sudah terpatri... haha ra lucu.... nglarani tapi ya ngangeni...
Urip2..... kapa rampung kabeh ujian iki,,,, wes kesel tenan aku..... lelah ingin istirahat....... bukan karena aku menyerah, tapi emang berat.... aku hanya bisa jalani dengan minimalkan dosa, perbanyak pahala, keren kan? Iya lah, aku hahaha guyon cah.... -_______-
Untuk semua wanita yang pernah kenal aku. Maafkan aku, cuma doa untuk kebaikanmu aku panjatkan. Semoga km bahagia di sana, amin... Oia, Selamat menunaikan Ibadah puasa di bulan Ramadhan yang bergelimang bonus pahala dari Sang Mahacinta, Allah SWT.. Semoga kita semua menjadi pribadi taqwa setelahnya, amin :)
READ MORE
0 komentar

Deru Juru Warta Mozaik Ramadhan 1434 H

Sebelumnya saya ucapkan Marhaban Ya Ramadahan 1434 H / 2013 M. Semoga di Ramadhan kali ini kita semua bisa lulus uji khususnya nafsu diri ini. Sehingga kita bisa terlahir menjadi pribadi yang mutaqin, amin. Hehe :) sudah lama juga nggak ngeblog. Setulnya kangennya dah lama. Tapi sempat nulisnya baru sekarang. Emmm.... di Ramadhan ini aku dapat tugas di Mozaik Ramadhan. Yah, aku harus cari berita tentang pernak-pernik Ramadhan di Kota Solo. Banyak hal yang bisa aku dapatkan dari tiga hari jalani tugas di rubrik ini.
Jujur aku senang karena bertemu dengan orang-orang berbau aroma surga hahaha.... tidak berlebihan ku kira karena aku liputan dari satu Masjid ke Masjid yang lain, dari satu acara keagamaan ke acara keagamaan yang lain.
Katemu dengan ulama-ulama besar, juga pejuang-pejuang agama Islam di Kota Budaya ini.


READ MORE
0 komentar

Hari Penuh Kejutan

Awal Juli yang yang penuh wah. Bukan bermaksud jadi orang gumunan. Tapi, hari ini aku sudah menyelesaikan banyak hal. Uang sepuluh juta baru saja aku kirimkan untuk beli motor, uang itu bukan uangku sendiri. Tapi aku yakin aku bisa segera mengembalikannya. Itu karena aku harus beli motor agar bisa lancar bekerja. Semua sudah aku selesaikan, tinggal membelinya. Itu yang masih jadi PR-ku.
Sepulang dari tempat Si Mbah yang ada di Sragen tadi karena Om ku dari Jakarta pulang, Nova diajak ponakanku yang lucu dan tebel (pipinya) -_______- Juga ketemu dengan Salsa, ponakan yg juga tak kalah lucunya...
Begitu sampai di Solo, teman2 Gema K sudah menunggu. Begitu sampai aku langsung mandi karena sudah seharian tak mandi gara-gara nggak bawa peralatan mandi. Aku, senang sekali karena ternyata taman2 Gema K bawa mobil, pas dengan cuacanya yang gerimis. Karena pas berangkat ke Solo aku sudah kehujanan. Aku diajak main ke Bos salah satu kursusan di daerah Gentan. Kemudian dilanjutkan ke anggota dewan. Sepanjang perjalanan kami berbincang tentang kedepannya Gema K akan seperti apa dan juga bisnis yang bisa kami kerjakan. Karena kami berpandangan harus berjalan beriringan organisasi dan pemasukan finansial dan aku sepakat.
Dan aku ditugasi membuat konsep Balap Motor Drag. karena Gema K harus bisa membaur di semua kalangan dan kita ingin menjadi bagian dari teman-teman Motor Drag. Jika olahraga lain terfasilitasi kenapa Motor Drag tidak? Itu yang perlu saya pikirkan dan buat konsep agar kesenjangan itu jurangnya tidak terlalu curam.... Genk Motor tidak bisa disalahkan begitu saja, mereka butuh perhatian kita semua....

READ MORE
0 komentar

Brisik Pilgub Jateng

Entah lah mereka ngomong apa malam ini, di kotak gila itu mereka beradu visi misi. Yah, program kartu sebagai cara untuk mengatasi berbagai permasalahan rakyat Jawa Tengah.
Entah sampai kapan ritual ini berlangsung, kampanye yang entah menghamburkan berapa rupiah saja hanya untuk sosialisasi. Anehnya, disekitar kita masih sering kita dapati anak-anak asyik mengamen dari pada sekolah. Ibu-ibu khusuk mengemis dari pada menjaga anak-anaknya. Bapak-bapak yang berpakaian kumus menikmati rutinitasnya memulung dan tinggal di rumah kardus. Juga berbagai kegaduhan negeri ini yang semakin memekakkan telingaku. Tapi, sebagai warga negara yang baik apa pun ini harus kita pantau dan ikuti.

Dalam pesta kali ini ada 3 pasang calon, Tiga pasangan itu adalah incumbent Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang mendapat nomer urut 2 ini berpasangan dengan Rektor Universitas Negeri Semarang, Sudijono Sastroatmojo. Pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PAN.

Kemudian pasangan incumbent Sekretaris Daerah Jateng Hadi Prabowo yang menggandeng Bupati Sumedang Don Murdono. Pasangan nomer 1 ini diusung oleh enam partai yaitu PKS, PKB, Partai Gerindra, PPP, Partai Hanura, dan PKNU.

Terakhir adalah pasangan yang mendapat nomer urut 3, diusung oleh PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko. Ganjar merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Sedangkan Heru adalah Bupati Purbalingga.

 Pilihan ada ditangan kalian masing-masing warga Jawa Tengah, silahkan gunakan hak suara kalian pada hari Minggu, 26 Mei 2013 nanti dengan sebaik-baiknya. Semoga pemimpin yang terpilih bisa bekerja dengan serius dan membawa banyak kemanfaatan. amin.....
READ MORE
0 komentar

Lelucan Cinta (The Series II)

Jalan Menuju Sekolah

Setiap langkah dan helaan nafas untuk mencari ilmu itu hanya syahdu dan indah jika sudah jadi kenangan. -Ayyas-
 Arti pendidikan bagi anak desa seperti sebuah jalan yang jauh dan mendaki untuk menuju tempat yang bisa menghasilkan uang. Sementara kebutuhan makan mereka sudah seperti udara, karena jika tak mendapat makan kematian menjemputnya. Itu lah kenapa banyak anak di desa Kauman ini memilih merantau setelah lulus SD, jarang yang mau melanjutkan ke tingkat SMP apalagi SMA. Selain jarak yang jauh, biaya yang mahal, masih banyak yang beranggapan sekolah atau tidak tak menjadi jaminan kesuksesan apalagi menjadikan orang kaya dan terpandang.

Meski begitu, dari sekian banyak warga Kauman, keluarga Nur Hadi adalah satu dari beberapa pengecualian yang berbeda dari mayoritas kepala keluarga yang memiliki pandangan sama tentang arti pendidikan. 
"Pendidikan anak-anak e dewe iki bisa kanggo ngentaske kemiskinan dek, mugo-mugo bocahe dewe sekolahe pinter lan pener," kata Nur Hadi pada istrinya, Yamti, saat makan malam.
"Amin pak, wong pas SD Ayyas ki ya bisa dadi murid teladan, makili kanca-kancane menyang Kabupaten," tanggap Yamti. "Lha Ayyas nganthi meh maghrib ngene kok durung bali ya pak?" Tanyanya tiba-tiba.
"Lha ya saiki sekolahe kan aduh, ora kaya nalika isih SD ta," kata suaminya.
"Lah-lah, bocahke kok ya nekad njaluk sekolah. Lhawong kanca-kancane padha milih kerja, mrantau menyang Jakarta," ujar istrinya.
"Ya malah alhamdulillah ta Bu, tur neh aku ya mesakne yen dheweke mrantau dek, ra tega aku," ungkap suaminya sambil berjalan ke luar rumah untuk melihat anaknya apa sudah terlihat apa belum di jalan.
(Sek leren sek... kesel heee -____- )
READ MORE
0 komentar

Lelucon Cinta (The series)

Cinta Anak Gembala
 Cinta sungguh sukar dimengerti -Ayyas-
Riak air sungai tak dapat menyadarkan bocah itu dari lamunannya. Anganya melayang pada sosok manis yang masih berbau amis. Senyumnya mengembang diiringi rasa risau, cemas, dan takut. Rasa yang lebih kuat dari arus sungai. Rasa yang mampu kembalikan kesadaranya. Nah, Lihat! Bocah itu sadar, nampaknya ada yang hilang darinya tapi apa? Dilihatnya sekitar, sepi sekali. 
"Embek!" teriaknya, saat sadar gembalanya sudah tak ada di sekitar lahan gembalaan.
Bocah itu berlari mencoba mencari jejak kaki kambing miliknya. Setelah beberapa lama bocah itu mulai mengikuti jejak yang tertinggal. Bocah itu sudah hafal ke mana Kambing gembalaanya pergi jika sudah menemukan jejak kakinya. 
"Mengetan iki parane wedusku, bararti nang Talang Bubrah (Ke timur ini arah kambingku, berarti menuju Talang Bubrah)," simpulnya sambil berlari menuju tempat itu. Meski dengan perasaan was-was, dadanya berdetak tak menentu.
Talang bubrah adalah tempat yang terkenal angker bagi Warga Kauman. Tempat ini diyakini sebagai jalur penyebrangan ular Baru Klinting yang diyakini warga sebagai utusan Nyai Rara Kidul. Desa yang berada di tengah hutan ini memang memiliki banyak keunikan, selain kaykinan yang beragam khususnya bagi para petani dan peternak. Mereka masih tetap bisa makan meski cuma jadi pengangguran. Alam menyediakan kekayaan yang berlimpah. Apalagi jika mereka rajin. Tapi sayang jirih payah petani dan peternak di desa ini selalu terpuruk karena minim dukungan Pemerintah setampat. Setiap panen harganya jatuh bakan anjlok jauh. Cuma cukup untuk kembalikan modal.
 Sepi sekali tempat ini, hanya ada suara burung Dekuku, Pleci dan Kutilang yang sedang berburu biji Mladehan. Bocah itu mencoba mengedarkan pandangannya. Tempatnya memeng rimbun, penuh dengan duri rambat dan tanaman perdu dan ilalang. Ada gerakan di bawah meski agak jauh, juga ada suara anak kambing mengembik, bocah itu bergegas turun. Begitu sampai ternyata seekor Cempe terjerat duri rambat. Dengan hati-hati bacah itu mencoba melepaskan. Durinya banyak sekali sampai-sampai bocah itu pun ikut terkena duri di tangan dan kakinya. Panas dan perih tak dia hiraukan. Bocah itu senang akhirnya bisa menemukan gembalaanya. Setelah terlepas, dia patahkan sebatang kayu dan dia gunakan sebagai pengarah kambingnya agar segera pulang. Karena sore buru-buru berganti malam.
***
Di rumah bambu itu memang belum ada cahaya lampu, masih agak terang. Meski sebenarnya sudah remang-remang. Sepi belum ada orang, ternyata bocah itu lebih dulu pulang. Bapak dan Emaknya masih di sawah. Mungkin masih dalam perjalanan. Buru-buru dia mencari korek api, dia nyalakan dimar dan segera mencuci piring dan menyapu rumah. Jika kambingnya tadi tidak hilang, bocah itu tak perlu sesusah ini. Susah lebih baik baginya dari pada kena omel Emaknya yang super duper cerewet.
"Yas, wes ngngsu we mau (tadi sudah mengisi bak mandi)?" Tanya Ibunya yang baru saja pulang. Bapaknya yang pendiam lebih memilih pergi ke sungai jika tahu bak mandi masih kosong.
Tanpa banyak bicara bocah itu bergegas ke sumur, menimba air untuk mengisi bak mandi. Dengan cara itu dia bisa lolos dari omelan.
"Lek, Ayyas wonten (Ayyas ada)?" Tanya Heru teman sekolah Ayyas.
"Kae nang sumur," Jawab Bu Yamti, Ibu Ayyas.
"Eh Heru, enek apa Her?" Tanya Ayyas begitu melihat temannya datang.
"Iki lho entok titipan surat saka Dian," begitu mendengar itu ember untuk mengambil air terlepas dari tangan Ayyas hingga terdengar suara yang menggelegar.
"Ngopo to cah?" Tanya Bu Yamti setengah menjerit karena kaget.
"Mboten og Mak, iki lho Timbone ucul," jawab Ayyas.
"Nyoh," ucap Heru sambil memberikan surat.
"Surat-suratan kaya cah gede ae," ledek heru sambil berlalu dan pamitan pulang.
"Suwun lho ya Her," kata Ayyas.
Surat itu disimpanya di tempat yang kering. Dengan cepat dia selesaikan pekerjaanya. Ada kekuatan yang tak bisa dilogika menghinggapinya. Dia bekerja seperti bocah kesetanan. Hingga azan Magrib berkumandang. Akhirnya dia sudah selesaikan semua kerjaan. Selepas mandi dan Sholat, Ayyas mengaji kemudian membuka perlahan surat Dian, Sang kekasih pujaan. Dalam surat itu bertuliskan;

Besok aku tunggu pagi-pagi di kelas sebelum teman-teman datang. Kita harus bicara!
 Isi surat itu malah membuat Ayyas semakin risau. Hingga larut matanya tak bisa terpejam. Azzan Subuh yang biasanya terdengar pun terlewatkan, bahkan saat dibangunkan bapaknya Ayyas tak mendengar. Hingga semua sudah berangkat ke sawah. Begitu bangun, mentari sudah menyala terang. Jarum Jam menunjuk pukul 06.30, buru dia ambil wudhu dan sholat subha (Subuh dan Duha). Tak keburu mandi yang penting berseragam, itu lah aturan main di sekolahan.
Begitu sampai kelas 4 SDN Kauman IV ini sudah ramai, wajah Dian cemberut melihat Ayyas terlambat datang. Dengan penuh sesal Ayyas terduduk di bangkunya, deretan pojok kanan paling belakang. Dian yang melihat Ayyas murung tak tega. Sambil mencuri pandang dia lempar senyuman ke pojok belakang. Tapi sayang Ayyas masih membenamkan wajahnya. Sebelum guru datang Dian menulis di secarik kertas. Kemudian berlagak mencari sapu yang ada di belakang. Tepat di belakang Ayyas sapu-sapu itu berjajar. Kertas itu selipkan dimeja. Ayyas kaget melihat Dian sudah di belakangnya dan berlalu sambil membawa sapu. Kertas itu dibacanya.

Senyum donk :)

Bagai terkena strum ribuan volt, wajah Ayyas kembali berbinar dan semangat dan siap untuk belajar.................................. Bersambung ^-_________-^
READ MORE
 
;